REDAKSI8.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi menerima kunjungan kelompok pengusaha ikan yang menggunakan keramba jaring apung yang ada di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Selasa (22/10/2019).
Kedatangan para penambak ikan keramba jaring apung ingin meminta pendapat serta berharap kepada pemerintah kabupaten Banjar agar mencarikan solusi kepada mereka untuk kedepannya

Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi mengatakan bahwa pada hari ini kita menerima kunjungan para pelaku usaha tambak ikan yang menggunakan jaaring apung yang mengalami kematian ikan. Jutaan ikan yang mati tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya air yang mengaliri aliran sungai tersebut,”
“Kami sebagai pemerintah Kabupaten Banjar akan menerapkan regulasi mungkin untuk membatasi itu, agar tidak terlalu banyak lagi keramba, kalau terlalu banyak keramba, daya tampung sungai tersebut tidak sesuai, maka tahun akan datang akan kembali terulang seperti itu kalau tidak diregulasi dari sekarang,” tambahnya
“Untuk kedepannya, ikan-ikan itu akan kita asuransikan, seperti yang dilakukan oleh pemerintah Sidoarjo, mereka mengasuransikan udang yang ada di Sidoarjo,” ungkapnya
“Mudah-mudahan nanti pemerintah daerah bisa membantu polisnya untuk tahun pertama, untuk tahun berikutnya mereka bisa mandiri, jadi kalau ikannya mati bisa diganti, kita akan lakukan satu kecamatan Karang Intan, karena disana adalah paring rawan,” tambahnya lagi
Jumlah keramba jalan apung saat ini tidak sesuai dengan kapasitas air saat musim kemarau, jumlah keramba jala apung 1.700 buah, sedangkan edialnya hanya 700 buah.
“Debit air di sungai yang berada di Kecamatan Karang Intan tersebut tidak sesuai apabila musim kemarau, jumlahnya keramba jala apung saat ini 1.700 buah, sedangkan menurut Dinas Perikanan Kabupaten Banjar daya tampung keramba jala apung hanya 700 buah,”



