REDAKSI8.COM – Piala Penghargaan Kota Layak Anak yang diraih Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu, diterima Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan di sela-sela apel gabungan karyawan/karyawati lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru, di Lapangan Dr Murjani, Senin (5/8).
Piala penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kencana dihadapan ratusan peserta apel gabungan.

Usai apel gabungan, Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menyampaikan, penghargaan Kota Layak Anak yang diraih oleh Kota Banjarbaru di tahun 2019 ini mengalami peningkatan kategori dari penghargaan yang diterima di tahun 2018 lalu.
“Di tahun 2018 lalu Kota Banjarbaru meraih penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pratama. Untuk tahun ini meningkat, naik kelas dari Pratama jadi Madya,” ujar Jaya.
Jaya menambahkan, raihan penghargaan ini tidak lepas dari perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap generasi penerus, khususnya anak-anak di Kota Banjarbaru.
“Kita terus berusaha untuk meningkatkan kategorinya, yaitu Nindya (sebagai target pencapaian selanjutnya). Untuk menuju ke arah itu tentu ada lagi yang harus kita persiapkan, yaitu Puskesmas Layak Anak, lalu Sekolah Layak Anak. Kalau kita persiapkan dari sekarang, tentu kita meraih predikat yang lebih tinggi lagi,” ungkap Jaya.

Terpisah, Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru Puspa Kencana mengungkapkan, ada beberapa faktor pendukung yang membuat Kota Banjarbaru menjadi ‘naik kelas’.
Beberapa faktor itu diantaranya melakukan upaya perubahan Perda tentang Perlindungan Anak menjadi Raperda Kota Layak Anak, dimana Perda terdahulu hanya memuat tentang Kluster 5, yaitu tentang perlindungan khusus.
“Sedangkan Raperda Kota Layak Anak memuat seluruh Kluster, yaitu tentang Kelembagaan. Kluster 1 tentang hak sipil dan kebebasan, Kluster 2 tentang keluarga dan pengasuhan alternatif, Kluster 3 kesehatan dan kesejahteraan sosial, Kluster 4 tentang pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya, dan Kluster 5 tentang perlindungan khusus,” jelas.
Tentunya kata Puspa, ini semua tidak luput dari kerja sama dukungan serta bantuan dari seluruh SKPD terkait yang sudah menjalankan programnya dalam mewujudkan Kota Layak Anak.



