REDAKSI8.COM – Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016, tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.
Hal ini dilakukan dalam rangka membangun karakter bangsa Indonesia.

Untuk penyebarluasan informasi terkait GNRM, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Gathering Positif Bermedia Sosial dengan tema “Pembangunan Karakter yang Berwawasan Budaya Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Mandiri”.
Nah, di Kota Banjarbaru, kegiatan/gathering tersebut sudah dilaksanakan di Pendopo Amanah Borneo Park Banjarbaru, Senin (24/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Multikultiralisme Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Hazwan Yunaz, Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, serta Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Lesa Fahriana, dan diikuti oleh para pemuda yang datang dari berbagai organisasi.
Staf Ahli Multikultiralisme Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Hazwan Yunaz menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring berbagai macam ide kreatif dari kawula muda yang memiliki beragam bakat.
“Mereka juga memiliki berbagai inovasi di bidang teknologi yang terdapat di masyarakat. Kita perlu turut serta dalam membangun sumber daya manusia Kalimantan Selatan yang kompetitif dan modern,” ujar Hazwan.

Di sisi lain, Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Gathering Positif Bermedia Sosial ini bagian dari revolusi mental.
“Dan kalau di Banjarbaru ini sangat relevan dengan revolusi mental, sesuai dengan visi Kota Banjarbaru, yaitu sebagai Kota Pelayanan Berkarakter,” ujar Darmawan Jaya.
Selain itu terang Darmawan Jaya, ada lima nilai karakter yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap masyarakatnya, yaitu religius, berbudi pekerti luhur, cinta Tanah Air, cinta Lingkungan dan kemampuan untuk berwirausaha.
“Ekonomi kreatif juga tepat temanya dengan kondisi Kota Banjarbaru, pertumbuhan (ekonominya) sudah mencapai 7 persen, ini pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan. Dan pertumbuhan ini dicapai dan didukung oleh ekonomi kreatif di Banjarbaru seperti kuliner, fashion, dan kriya (kerajinan),” jelasnya.

Sementara itu, menurut salah seorang pemuda peserta gathering, Faisal, kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat lantaran menyasar kepada kaum milenial atau pemuda.
“Kegiatan ini banyak diikuti oleh organisasi kepemudaan. Dan pastinya kami dapat pengetahuan baru agar postingan (kiriman) kami di media sosial bisa lebih positif lagi,” tukas pemuda Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ini.



