REDAKSI8.COM – Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta, Neneng Heryani beserta Tim Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani, Kamis (13/6), bertolak ke Palangkaraya untuk bergabung dalam penanganan 34 orang diduga terpapar radikalisme yang berhasil diamankan di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror telah mengamankan total 34 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme dan radikalisme di Kota Palangkaraya dan tiga tempat di Kabupaten Gunung Mas dalam sepekan ini.
Diduga 34 orang tersebut bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan berafiliasi dengan ISIS.
Setibanya di Palangkaraya, Tim BRSAMPK Handayani Jakarta ikut andil dalam konferensi pers terkait penangkapan teroris yang digelar oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Drs. Anang Revandoko beserta jajarannya di Mabes Polda Kalimantan Tengah.
“Densus 88 anti teror dibantu oleh Polda Kalimantan Tengah menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah di Palangkaraya dan Gunung Mas,” beber beber Anang pada saat memberikan keterangan di depan awak media.
“Ada perempuan dewasa dan anak-anak juga dalam penangkapan kali ini,” Tambahnya.
Dalam keterangan konferensi persnya, Neneng Heryani menerangkan, rehabilitasi sosial bagi orang yang terpapar radikalisme di BRSAMPK Handayani cukup efektif.
“Kami bersama-sama dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah akan mencoba menerapkan hal yang sama yang telah dilakukan BRSAMPK Handayani untuk kasus yang di Palangkaraya ini”, ujar Neneng.
Setelah menghadiri konferensi pers, bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Tim melakukan supervisi berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait penanganan individu dan keluarga terpapar radikalisme kepada Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Provinsi Kalimantan Tengah.

Tim BRSAMPK Handayani didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Suhaemi, memberikan arahan kepada Sakti Peksos yang akan melakukan asesmen lanjutan kepada 34 orang tersebut, yang terdiri dari 7 keluarga dan diantaranya terdapat 13 anak.
“Kami berterima kasih kepada Bu Neneng dan Tim Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani Jakarta yang telah bersedia hadir di sini,” Tukas Suhaemi.
“Sakti Peksos sudah melakukan asesmen awal dan mereka yang terduga terpapar radikalisme cukup kooperatif. Namun kami belum asesmen semua, terutama anak-anak karena pekerja sosialnya terbatas”, Pungkasnya.



