Bandar Lampung – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) www.radenintan.ac.id kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Komitmen membangun lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan responsif gender mengantarkan UIN RIL meraih Implementasi Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award 2025 kategori Peringkat Pratama.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Konsolidasi Nasional Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kepala PSGA LP2M UIN RIL, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, M.Sos.I., mengatakan penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan UIN RIL dalam menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang menjunjung tinggi kesetaraan, perlindungan, serta keamanan seluruh sivitas akademika.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Kami akan terus memperkuat program PSGA, memperluas kolaborasi, dan memastikan nilai-nilai keadilan gender terintegrasi dalam setiap kebijakan maupun budaya akademik di lingkungan UIN RIL,” ujarnya.
Prestasi UIN RIL juga ditandai dengan peningkatan skor yang cukup signifikan. Pada penilaian PTRG 2025, UIN RIL meraih 740 poin, meningkat dari 645 poin pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan UIN RIL sebagai salah satu dari 15 PTKI terbaik yang berhasil memperoleh Peringkat Pratama dari 44 perguruan tinggi peserta seleksi nasional.
Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui verifikasi administrasi, evaluasi dokumen, hingga presentasi praktik baik yang telah diterapkan masing-masing perguruan tinggi.
Yunidar menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan motivasi untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, memperkokoh kelembagaan PSGA, meningkatkan edukasi publik, serta mengarusutamakan perspektif gender dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Konsolidasi Nasional PSGA PTKI berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 dengan mengusung tema “Meneguhkan Spirit Keulamaan Perempuan dalam Transformasi Ekosistem PTKI yang Adil Gender dan Nir Kekerasan.”
Forum nasional ini menjadi wadah strategis bagi PTKI di seluruh Indonesia untuk memperkuat implementasi kampus yang adil gender, ramah anak, inklusif bagi penyandang disabilitas, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Pembahasan dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan.
Selama lebih dari satu dekade, PSGA PTKI telah berperan dalam mendorong lahirnya berbagai kebijakan kampus yang berpihak pada perlindungan perempuan dan anak, pengembangan kurikulum responsif gender, layanan pendampingan korban, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari implementasi regulasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, penguatan kelembagaan PSGA, integrasi program ke dalam perencanaan kampus, dukungan sumber daya manusia dan pembiayaan, hingga pengembangan kampus inklusif bagi kelompok rentan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menegaskan bahwa keberadaan PSGA harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus hadir menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, seperti penanganan stunting, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kita tidak boleh lagi hanya berpikir di dalam kampus. Perguruan tinggi harus hadir dan terlibat dalam dinamika sosial keagamaan serta memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Keberhasilan meraih PTRG Award 2025 semakin mengukuhkan posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus bertransformasi menghadirkan tata kelola pendidikan tinggi yang modern, inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan seluruh warga kampus.



