REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mendorong peningkatan akses air minum aman bagi masyarakat.
Meski cakupan akses air minum layak telah mencapai 100 persen, namun akses air minum aman di Banua sekarang masih berada di kisaran 50 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, saat Sosialisasi Peningkatan Penyediaan Akses Aman Air Minum Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa (9/6/26).
Menurut Ryan, sosialisasi tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, Pemerintah Pusat, hingga penyelenggara layanan air minum dalam mempercepat pencapaian target akses air minum aman.
“Untuk akses air minum layak, Kalimantan Selatan sudah mencapai 100 persen. Namun untuk akses air minum aman saat ini masih sekitar 50 persen. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk melakukan percepatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran perwakilan Pemerintah Pusat dalam kegiatan diharapkan dapat membuka peluang dukungan program maupun pendanaan guna mempercepat peningkatan layanan air minum aman di daerah.
Sekarang, Pemprov Kalsel terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor kesehatan guna memastikan standar air minum aman dapat terpenuhi sesuai ketentuan.
“Kami berharap Pemerintah Pusat dapat membantu melalui berbagai skema pendanaan, baik Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun program yang bersumber dari APBN sehingga percepatan peningkatan akses air minum aman dapat terlaksana,” katanya.
Ryan menegaskan, penyediaan air minum aman tidak hanya berbicara soal ketersediaan air, tetapi juga mencakup kualitas, kuantitas, keterjangkauan, dan kontinuitas layanan, hingga keamanan untuk dikonsumsi masyarakat.
Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target peningkatan akses air minum aman dapat tercapai secara berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap terbangun kesamaan pemahaman mengenai kebijakan strategis dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penyediaan akses air minum aman di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Pemprov Kalsel berharap forum tersebut menjadi ruang koordinasi dan penguatan komitmen bersama dalam mendukung percepatan akses air minum aman bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.



