REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi pangan sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di dua lokasi, yakni Kelurahan Manarap Lama, Kecamatan Kertak Hanyar, dan Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang sehat, sekaligus mendukung program pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di Kelurahan Manarap Lama dan dibuka oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Manarap Lama, Hj. Paujiah, yang hadir mewakili Lurah Manarap Lama, Pratolo Hagni.
Dalam sambutannya, Hj. Paujiah menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konsep B2SA sebagai langkah awal membangun keluarga yang sehat dan produktif. Menurutnya, pola makan yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan individu, tetapi juga menentukan kualitas generasi masa depan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Kabupaten Banjar, Sudarto, S.Pi, hadir sebagai narasumber utama.
Ia menjelaskan bahwa konsep B2SA tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.
Menurut Sudarto, pemanfaatan pangan lokal memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan keberagaman konsumsi makanan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, hingga mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pola konsumsi B2SA dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbanyak konsumsi sayur, buah, sumber protein, dan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh. Selain itu, keamanan pangan juga harus diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi benar-benar sehat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” jelasnya.
Kegiatan di Kelurahan Manarap Lama diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari kader Posyandu, kader PKK, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok peserta ini dipilih karena memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai pola konsumsi sehat kepada masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pemenuhan gizi keluarga, penyusunan menu sehat sehari-hari, hingga cara memilih dan mengolah bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.
Usai kegiatan di Manarap Lama, tim DKPP Kabupaten Banjar melanjutkan sosialisasi ke Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Desa Tajau Landung, Syarkani, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai sosialisasi B2SA sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan sehat dan bergizi.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para ibu yang memiliki peran besar dalam mengatur konsumsi pangan keluarga. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat juga semakin meningkat,” katanya.
Sebanyak 50 peserta kembali mengikuti kegiatan di Desa Tajau Landung dengan komposisi yang sama, yakni kader Posyandu, kader PKK, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam sesi pemaparan, narasumber menegaskan bahwa penerapan pola konsumsi B2SA menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Kecukupan gizi sejak masa kehamilan hingga usia anak sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman peserta, pada akhir kegiatan di masing-masing lokasi dilaksanakan kuis edukatif. Melalui kuis tersebut, panitia dapat mengukur sejauh mana materi yang disampaikan telah dipahami dan dapat diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, DKPP Kabupaten Banjar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Dengan penerapan pola konsumsi B2SA secara konsisten, diharapkan dapat tercipta keluarga yang lebih sehat, produktif, serta mendukung terwujudnya generasi yang berkualitas dan bebas stunting di Kabupaten Banjar.



