REDAKSI8.COM, BANJAR + Rangkaian kegiatan Gladi Penanggulangan Bencana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar resmi ditutup di Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat, Kamis (4/6/2026). Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh tahapan simulasi dan latihan yang telah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan teknis penanganan bencana, tetapi juga sarana memperkuat koordinasi antara pemerintah, relawan, aparatur desa, serta masyarakat. Melalui simulasi yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya, peserta dilatih untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing saat terjadi bencana, mulai dari proses evakuasi, penyelamatan korban, hingga penanganan pascabencana.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Martapura Barat H. Ahmad Rabani yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan gladi penanggulangan bencana. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis bagi wilayah Martapura Barat yang memiliki sejumlah potensi risiko bencana, baik banjir maupun kejadian darurat lainnya.
Ia menegaskan bahwa kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi dampak bencana. Oleh karena itu, latihan yang melibatkan berbagai unsur secara langsung sangat diperlukan agar setiap pihak memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme warga dan seluruh unsur yang terlibat. Melalui gladi ini, kita tidak hanya melatih fisik dan mental, tetapi juga membangun sistem komando yang solid di tingkat desa,” ujar Ahmad Rabani.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petugas, tetapi juga bergantung pada kesadaran dan kesiapan masyarakat. Dengan adanya latihan rutin, koordinasi antarunsur dapat berjalan lebih cepat dan efektif sehingga risiko korban maupun kerugian dapat diminimalkan.
Suasana penutupan berlangsung tertib dan penuh semangat. Meski rangkaian kegiatan telah memasuki hari terakhir, para peserta yang terdiri dari warga desa, relawan kebencanaan, aparat pemerintah desa, hingga unsur pendukung lainnya tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kemampuan menghadapi situasi darurat.
Selama pelaksanaan gladi, peserta memperoleh berbagai pembekalan terkait prosedur evakuasi, komunikasi darurat, pemetaan risiko bencana, serta mekanisme koordinasi lintas sektor. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi masyarakat ketika menghadapi ancaman bencana di lingkungan mereka.
BPBD Kabupaten Banjar menilai keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan ini merupakan modal penting dalam membangun budaya sadar bencana. Kesadaran tersebut menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan mampu beradaptasi terhadap berbagai ancaman bencana.
Dengan berakhirnya Gladi Penanggulangan Bencana Tahun 2026, BPBD Kabupaten Banjar berharap Desa Sungai Rangas Tengah dapat berkembang menjadi salah satu Desa Tangguh Bencana (Destana) yang mandiri, responsif, dan siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa mendatang.
Keberhasilan kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Banjar untuk terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, relawan, dan warga, upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana dapat semakin terwujud.



