REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan mengubah ruang tunggu keberangkatan menjadi sebuah panggung seni pada Selasa (02/07).
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bertajuk ‘InJourney Airports Community Upskilling for Aviation‘, yang kali ini secara khusus menyasar bantuan bagi penggiat seni dan budaya lokal.

Melalui program itu, Bandara Internasional Syamsudin Noor menyalurkan dukungannya kepada Sanggar Seni Petak Pambelum dan Komunitas Dayak Meratus.
Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis di hadapan para pengguna jasa bandara, disusul dengan penampilan tari dari kedua komunitas tersebut.
“Melalui program dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan penggiat kebudayaan lokal, kami memberikan wujud nyata dari komitmen kepedulian terhadap warisan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.
“Hal ini sejalan dengan visi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yaitu to become a World-Class Airport Operator, connecting global travelers with distinctive Indonesian Hospitality,” ujar Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Millyas menambahkan bandara tersebut ingin menjadi etalase seni dan budaya Kalimantan Selatan.
Dia menukas, Bandara Internasional Syamsudin Noor terbuka sebagai panggung sekaligus etalase seni dan budaya daerah Kalimantan Selatan.
“Hadirnya komunitas seni dan budaya tidak hanya sebagai wujud bangga dan peduli terhadap warisan budaya, namun juga menjadi pengalaman yang menarik (customer experience) bagi para pelancong,” sahutnya.
“Harapannya, seni dan budaya Kalimantan Selatan dapat terus dijaga keasliannya dan semakin dikenal publik,” pungkasnya.



