REDAKSI8.COM, MEKKAH – Rasa syukur dan haru menyelimuti Jemaah Haji Kloter BDJ 08 Embarkasi Banjarmasin. Setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), para jemaah mulai meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah untuk melanjutkan ibadah haji yang tersisa, yakni melaksanakan Thawaf Ifadah di Masjidil Haram.
Perjalanan spiritual yang telah dilalui sejak wukuf di Padang Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina menjadi pengalaman penuh makna bagi para jemaah. Di tengah cuaca panas dan padatnya aktivitas ibadah, mereka tetap menunjukkan semangat dan keteguhan dalam menunaikan setiap rukun dan wajib haji.

Pembimbing Ibadah Kloter BDJ 08, Dr. H. Fahmi Hamdi, Lc., M.A., menjelaskan bahwa seluruh jemaah telah berhasil menyelesaikan tahapan Armuzna sesuai ketentuan syariat. Adapun keberangkatan dari Mina dilakukan secara bertahap sesuai pilihan nafar masing-masing jemaah.
“Jemaah yang memilih Nafar Awal telah lebih dahulu meninggalkan Mina. Sedangkan jemaah yang mengambil Nafar Tsani hari ini menyelesaikan lempar jumrah terakhir sebelum kembali ke Makkah,” jelasnya.
Menurut Fahmi, rangkaian ibadah di Mina menjadi salah satu fase yang paling menguras tenaga karena jemaah harus menjalani aktivitas ibadah di tengah jutaan umat Islam dari berbagai negara yang berkumpul di lokasi yang sama. Namun berkat kedisiplinan, bimbingan petugas, dan semangat beribadah yang tinggi, seluruh rangkaian dapat dilaksanakan dengan baik.
Selama berada di Armuzna, jemaah telah melaksanakan wukuf sebagai puncak ibadah haji di Arafah, bermalam di Muzdalifah, kemudian melaksanakan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina. Mereka juga telah menjalani tahalul dengan mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda memasuki tahapan baru dalam pelaksanaan haji.

Ketua Kloter BDJ 08, H. Fatchur Rozi, S.Ag., mengatakan bahwa setelah kembali ke Makkah, jemaah akan mendapatkan waktu untuk beristirahat sebelum melaksanakan Thawaf Ifadah yang merupakan salah satu rukun haji.
“Setelah dari Mina, jemaah kembali ke hotel untuk memulihkan kondisi fisik. Selanjutnya mereka akan melaksanakan Thawaf Ifadah sebagai bagian penting dalam penyempurnaan ibadah haji,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia dan kategori risiko tinggi. Para jemaah tersebut telah mengikuti program Nafar Awal sehingga dapat kembali lebih cepat ke Makkah pada Jumat (29/5/2026). Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi kelelahan sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka menjelang pelaksanaan ibadah berikutnya.
Selama berada di Makkah, jemaah terus mendapatkan pendampingan intensif dari tim kesehatan kloter. Jemaah yang telah lebih dahulu kembali ke hotel didampingi oleh dr. Tuti Alawiyah, sementara jemaah yang masih mengikuti rangkaian Nafar Tsani di Mina mendapatkan pengawasan kesehatan dari dr. Nofa Prima bersama Aminulaj, A.Md.Kep.
Tim kesehatan terus memantau kondisi jemaah mengingat Thawaf Ifadah masih memerlukan stamina yang cukup, terutama karena pelaksanaannya dilakukan di area Masjidil Haram yang selalu dipadati jutaan jamaah dari seluruh dunia.
Menjelang pelaksanaan thawaf, dr. Tuti Alawiyah mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kebugaran tubuh dengan pola hidup sehat.
“Kesehatan yang terjaga akan membantu jemaah menjalankan Thawaf Ifadah dengan lebih nyaman dan khusyuk. Kami mengimbau agar jemaah memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, serta tetap rutin meminum obat-obatan pribadi sesuai anjuran dokter. Jangan memaksakan diri apabila merasa kurang sehat dan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan,” pesannya.
Selesainya fase Armuzna menjadi penanda bahwa para jemaah telah melewati tahapan terberat dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kini, mereka bersiap menyempurnakan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan harapan memperoleh predikat haji mabrur.
Di tengah rasa lelah yang masih terasa, wajah-wajah jemaah tampak memancarkan kebahagiaan. Mereka bersyukur dapat melewati setiap tahapan ibadah dengan lancar dan berharap seluruh rangkaian haji yang tersisa dapat dijalani dengan kesehatan, kemudahan, serta keberkahan hingga kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga tercinta.



