REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Harga bawang merah di Pasar Bauntung Banjarbaru merangkak naik.
Harganya sekitar Rp5 ribu per kilogram selama momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Dalam tiga hari terakhir, diketahui kenaikan dipicu harga dari distributor yang lebih mahal dan pasokan bawang yang belum stabil.
Namun, untuk harga bawang putih masih terpantau normal dan belum mengalami perubahan.
Penjual bawang di Pasar Bauntung Banjarbaru, Mubarok menyampaikan, kenaikan harga bawang merah sudah terjadi sejak menjelang Idul Adha.
“Bawang merah yang ada kenaikan. Sebelum hari raya, dari sebelum raya itu naiknya sekitar Rp5 ribu,” ujarnya, Jum’at (29/5/26).
Menurutnya, harga bawang merah yang sebelumnya berada di angka Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
“Sebelumnya harga Rp45 ribu sekarang naik jadi Rp50 ribu per kilogram. Naik sudah tiga harian ini, kalau bawang putih tetap stabil harganya Rp30 ribu tidak naik,” sebutnya.
Ia menjelaskan, harga bawang merah dari agen saat ini sudah cukup tinggi sehingga ruang keuntungan pedagang menjadi semakin terbatas.
“Harga partainya saja dari agen bawang merah sudah Rp48 ribu per kilogram, kalau bersihnya itu mungkin Rp55 per kilogram disini,” ucapnya.
Meski demikian, dirinya mengaku, masih mampu menjual dengan harga lebih rendah dibanding sebagian pedagang lain karena stok yang dimiliki telah dibeli sebelum Iduladha.
“Karena orang yang di sini itu ya banyak yang jual Rp60-Rp65 ribu gitu. Kami itu udah ambil kurang seminggu dari Iduladha jadi bisa jual Rp50 ribu per kilogram,” tuturnya.
Di samping itu, Mubarok memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi mengalami kenaikan apabila distribusi pasokan kembali mengalami kendala.
Selain faktor distribusi, kondisi pasokan di daerah juga disebut turut memengaruhi pergerakan harga.
“Harga naik kemungkinan dari pengirimannya, dan kemungkinan harganya akan naik lagi tapi tergantung pengiriman, kalau lancar bisa murah tapi kalau pengiriman ada terhambat bisa mahal,” jelasnya.
“Masalahnya di stoknya, kalau di Banjar itu karena habis kebakaran, setelah itu harga mulai naik,” tambahnya.
Walaupun harga bawang merah naik, aktivitas jual beli selama Iduladha belum menunjukkan lonjakan yang signifikan, bahkan volume penjualan masih berada pada kisaran normal.
“Selama Iduladha penjualan seperti hari biasa aja, rata-rata penjualannya sehari hanya 50 kilogram,” pungkasnya.



