REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung terus mempercepat langkah menuju kampus berdaya saing global. Melalui Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UIN RIL www.radenintan.ac.id mematangkan persiapan kerja Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional dalam rapat strategis yang digelar di Ruang Sidang Lantai 8, Rabu (20/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat arah internasionalisasi kampus sekaligus menyatukan visi seluruh unsur universitas menghadapi tantangan global pendidikan tinggi.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan kampus tidak semata ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi oleh kekuatan semangat, komitmen, dan kemauan bersama untuk terus bergerak maju.
“Dalam organisasi, yang paling penting bukan hanya anggaran. Spirit, kemauan, dan itikad baik adalah modal utama untuk melahirkan ide-ide kreatif dan solusi nyata,” tegas Rektor.
Ia mengakui dalam dua tahun terakhir UIN RIL menghadapi efisiensi dan penajaman anggaran. Namun kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan inovasi dan pengembangan.
Dalam kesempatan itu, Rektor turut mengenang perjalanan awal internasionalisasi UIN RIL saat dirinya masih menjabat Direktur Pascasarjana pada 2008–2009. Kala itu, dengan keterbatasan yang ada, ia mulai membangun jejaring internasional hingga berhasil menghadirkan mahasiswa asing pertama di kampus tersebut.
“Saat itu modalnya hanya relasi alumni luar negeri dari Rusia. Perlahan jaringan berkembang dan mahasiswa internasional mulai hadir di IAIN Raden Intan,” ungkapnya.
Kini, menurutnya, semangat internasionalisasi tidak lagi berjalan sendiri, melainkan telah menjadi gerakan bersama seluruh elemen kampus. Ia menegaskan tiga pilar utama pengembangan UIN RIL saat ini yakni internasionalisasi, digitalisasi, dan kemandirian kampus harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Tiga pilar itu harus benar-benar landing dan dirasakan dampaknya, bukan hanya untuk satu periode kepemimpinan, tetapi menjadi budaya kampus ke depan,” ujarnya.
Selain fokus pada pemeringkatan dunia dan akreditasi internasional, Rektor juga mengingatkan seluruh tim agar turut aktif mendukung promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB). Menurutnya, seluruh civitas akademika adalah duta kampus yang memiliki tanggung jawab memperkenalkan UIN RIL kepada masyarakat luas.
“PMB bukan hanya tugas satu unit. Kita semua adalah penyambung lidah dan representasi kampus untuk memperkenalkan UIN RIL kepada publik,” katanya.
Dalam forum tersebut, dipaparkan pula sejumlah target besar yang tengah dipersiapkan UIN RIL, termasuk akreditasi internasional berbagai program studi.
Untuk klaster ACQUIN di Pascasarjana, program studi yang dipersiapkan meliputi S2 Ekonomi Syariah, S2 Hukum Ekonomi Syariah, S2 Pendidikan Agama Islam, serta S3 Ekonomi Syariah.
Sementara itu, klaster ASIIN di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mencakup Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika.
Ketua LPM UIN RIL, Bambang Irfani, Ph.D., menjelaskan sebanyak 53 anggota Tim Ad Hoc dilibatkan untuk memperkuat pusat baru tersebut. Menurutnya, pusat layanan internasional kini menjadi simpul utama berbagai program strategis kampus, mulai dari sertifikasi, pemeringkatan, akreditasi hingga kerja sama internasional.
“Program sebesar ini tidak mungkin dikerjakan sendiri. Harus ada kolaborasi dan komitmen bersama agar target internasionalisasi dapat tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian yang telah diraih UIN RIL dalam pemeringkatan seperti Webometrics dan UniRank harus terus dipertahankan sambil menyiapkan langkah menuju QS by Subject dan penguatan akreditasi internasional.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., menyebut UIN RIL menargetkan posisi dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) berada di kisaran 850–1000 dunia.
Di sisi lain, Wakil Rektor III Bambang Budiwiranto, Ph.D., menyoroti pentingnya percepatan implementasi kerja sama internasional agar seluruh program internasionalisasi berjalan efektif dan berdampak nyata.
Tim Ad Hoc sendiri nantinya akan bertugas memberikan arahan strategis, membantu pelaksanaan program pemeringkatan dan akreditasi internasional, sekaligus memperkuat koordinasi layanan internasional di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar menuju kampus berkelas dunia, UIN RIL kini terus menata langkah untuk memperkuat eksistensi di tingkat nasional maupun internasional.



