REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam aliansi angkutan di Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalsel, Rabu (13/5/26) siang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite yang dinilai mulai mengganggu operasional angkutan serta mata pencaharian sopir.
Menanggapi tuntutan massa aksi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin menyampaikan, apresiasi kepada para sopir yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Daerah (Pemda).
“Terima kasih kepada para sopir yang sudah menyampaikan aspirasinya dan kita sudah menyampaikan bahwa kita akan melakukan langkah-langkah untuk mengetahui kelangkaan ini,” ujarnya saat di wawancarai.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama aparat terkait telah membentuk satuan tugas (Satgas) guna mengantisipasi dan menelusuri penyebab kelangkaan BBM di lapangan.
“Kita juga sudah mengutus Satgas dari semua elemen yang ada baik Polisi, TNI dan lainnya, sehingga mudah-mudahan kelangkaan ini tidak ada lagi,” katanya.
Menurutnya, pembentukan Satgas tersebut juga telah mendapat dukungan dari aparat keamanan, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel dan Korem.
“Aspirasi itu juga sudah saya sampaikan, baik dari Polda sepakat dan Korem juga sepakat, selanjutnya kita akan melakukan langkah-langkah secepat,” ucapnya.
Syarifuddin menjelaskan, Satgas yang dibentuk terdiri dari dinas terkait, unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga stakeholder yang berkaitan dengan distribusi BBM.
“Satgas terdiri dari dinas terkait, aparat TNI, Polri, dan Kejaksaan, kemudian juga dari SKB terkait,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalsel juga berkomitmen, langkah penanganan dan antisipasi terhadap persoalan kelangkaan maupun distribusi BBM tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat ini.
“Yang jelas ini secepatnya akan kita lakukan langkah-langkah antisipasi. InyaAllah seminggu ini sudah bisa direalisasikan,” tuntasnya.



