REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solat dan Pertalite memicu kemarahan ratusan sopir angkutan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Mereka menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (13/5/26), menuntut penindakan tegas terhadap mafia pelangsir solar yang dinilai merugikan para sopir.

Massa datang membawa armada truk dan mobil angkutan sambil menyuarakan protes terhadap distribusi BBM subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran.
Dalam aksi tersebut, sopir menilai praktik pelangsiran membuat Solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) semakin sulit didapat.
Aksi itu mengusung tuntutan bertajuk Selamatkan Hak Rakyat Atas BBM Bersubsidi, Berantas Mafia Pelansir dan Penyelewengan Subsidi.
Dalam orasinya, massa meminta aparat kepolisian melakukan penjagaan langsung di setiap SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan adil dan tepat sasaran.
“Kami mohon pemerintah dan penegak hukum, tertibkan di pom bensin. Taruh satu anggota di sana. Kami merasa lebih aman dijaga aparat, meski kami harus menyisihkan sedikit uang makan untuk mereka, daripada harus membayar pungli yang jauh lebih memberatkan,” teriak orator di depan mobil komando, Rabu (13/5/26).
Para sopir mengaku, kondisi di lapangan semakin memberatkan karena mereka sering tidak mendapatkan solar subsidi dan terpaksa membeli BBM eceran dengan harga tinggi.
“Sudah banyak, korban kita. Kita selalu sabar pak, karena kita memikirkan anak istri di rumah. Kita mencari nafkah, hasil kami satu hari Rp150 ribu itupun kalau dapat solar dengan harga di pom, kalau harga dieceran hampir setengah habis kita pak,” jelasnya.
Selain itu, massa juga menilai praktik pelangsiran BBM subsidi selama ini terjadi secara terang-terangan, namun belum ditindak maksimal oleh aparat penegak hukum.
“Kami datang ke sini karena merasa terzalimi. Kami berharap setelah demo dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) hari ini, ada tindakan nyata dari aparat. Kami ingin setiap pom bensin aman dari mafia,” tegasnya
Massa sempat berupaya menemui Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, untuk menyampaikan aspirasi secara llangsung
Tetapi, akses menuju kantor gubernur dijaga ketat aparat kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi.
Hingga aksi berlangsung, perwakilan sopir masih melakukan dialog dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, guna membahas solusi atas persoalan distribusi BBM subsidi di Kalsel.



