REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam berbagai komunitas di Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (13/5) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kedatangan mereka bertujuan untuk mendesak aparat kepolisian bertindak tegas dalam memberantas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dinilai sangat merugikan rakyat kecil.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk dan poster bernada protes.
Beberapa di antaranya bertuliskan, Wahai Aparat Penegak Hukum, Kenapa Kami yang Jadi Korban? Mana Hati Nuranimu?.
Pun kritikan tajam terhadap oknum yang diduga menjadi bekingan para mafia BBM.
Para orator di atas mobil komando menyampaikan orasi yang membakar semangat massa.
Mereka menyoroti sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di SPBU, sementara di tingkat pengecer atau mafia, stok selalu tersedia namun dengan harga yang jauh di atas ketentuan.
“Sikat beking-beking yang ikut membuat BBM di Kalimantan Selatan langka! Kami minta Kabag Ops dan Kapolda untuk bertanggung jawab dan memberantas para pengkhianat rakyat ini,” seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Ada beberapa poin utama yang menjadi tuntutan para sopir truk dalam aksi ini, antara lain pemberantasan Mafia BBM.
Mereka meminta polisi menangkap para spekulan yang menimbun BBM bersubsidi.
Lalu mereka mendesak pembersihan terhadap oknum aparat yang diduga melindungi praktik ilegal distribusi BBM.
Kemudian mereka meminta pihak terkait memastikan distribusi BBM di setiap SPBU tepat sasaran bagi pengguna kendaraan logistik dan transportasi umum.
Lebih jauh, menuntut pemerintah dan Pertamina untuk menjamin ketersediaan stok solar supaya para sopir tidak perlu mengantre berhari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan aksi berjalan cukup tertib meskipun sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar kawasan perkantoran gubernur.
Personel kepolisian dari Polda Kalsel tampak berjaga ketat di depan gerbang utama untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih berupaya melakukan audiensi dengan pejabat utama Polda Kalsel untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Para sopir mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk membersihkan mafia BBM tidak segera dipenuhi.



