REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung www.radenintan.ac.id dan Universitas Lampung (Unila) membahas perluasan kerja sama di bidang Tridarma Perguruan Tinggi dalam silaturahmi yang berlangsung di Universitas Lampung, Rabu (01/04/2026).
Silaturahmi tersebut dilakukan setelah sebelumnya Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., bersama jajaran melakukan kunjungan ke Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Rombongan UIN RIL diterima langsung oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.; Wakil Rektor II Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si.; Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A.; Dekan FKIP Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd.; Dekan FISIP Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.; serta Dekan FMIPA Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN RIL menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara kedua perguruan tinggi.
Ia menyebut pengalaman Universitas Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Provinsi Lampung dapat menjadi best practice bagi UIN Raden Intan Lampung dalam pengembangan institusi.
Menurutnya, kerja sama yang selama ini telah berjalan diharapkan dapat dilanjutkan dan diperluas ke berbagai bidang.
Beberapa isu yang dibahas dalam audiensi tersebut antara lain penguatan internasionalisasi, peningkatan akreditasi unggul program studi, pengembangan kampus di kawasan Kota Baru, hingga peluang join program antar perguruan tinggi.
Terkait internasionalisasi, Prof. Wan juga menyinggung sejumlah kerja sama internasional yang telah dilakukan UIN Raden Intan Lampung, di antaranya dengan Rusia dan program Aminef. Ia juga menyampaikan mengenai program double degree dengan Suez Canal University yang saat ini masih menghadapi ketidakpastian akibat kondisi geopolitik global.
Selain itu, UIN Raden Intan Lampung juga menjalin kerja sama dengan Tomsk State University Rusia yang merupakan salah satu universitas riset terbesar di negara tersebut, termasuk peluang hibah riset bersama senilai 60 ribu rubel.
“Saya yakin dengan kapasitas Unila juga dapat melakukan hal yang sama. Mari bersama-sama kita manfaatkan semua peluang yang ada agar berdampak luas dan nyata,” ujar Prof. Wan.
Wakil Rektor I UIN RIL Prof. Andi Thahir yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi juga menyinggung peluang kerja sama di bidang sains dan teknologi, termasuk kolaborasi yang pernah dilakukan dengan Rusia..
Sementara itu, Wakil Rektor III Bambang Budi Wiranto menyinggung kemungkinan kolaborasi kegiatan cultural camp antara UIN RIL dan Unila dengan melibatkan perguruan tinggi luar negeri, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Direktur Pascasarjana UIN RIL Prof. Tulus Suryanto juga menyampaikan peluang kerja sama internasional dengan Malaysia yang dapat dikembangkan bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Kumedi Ja’far menyinggung program KKN Siger Berjaya yang selama ini melibatkan beberapa perguruan tinggi di Lampung, dan kemungkinan dilanjutkan dengan nomenklatur yang berbeda.
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua perguruan tinggi.
Menurutnya, sinergi antar perguruan tinggi di Lampung penting untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Langkah awal kita adalah bersama-sama untuk Provinsi Lampung yang kita cintai ini, dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menjelaskan saat ini Universitas Lampung memiliki delapan fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 128 program studi, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta sejumlah program studi yang telah terakreditasi unggul dan internasional.
Pof. Lusmeilia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami membuka peluang kerja sama yang lebih erat lagi, baik dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Kami juga mengajak dosen UIN untuk berkolaborasi dalam penelitian dan kegiatan pengabdian,” katanya.
Ia juga menyinggung program kerja sama antar perguruan tinggi di Lampung yang pernah dijalankan dengan dorongan dan dukungan dari pemerintah Provinsi Lampung, termasuk dalam kegiatan KKN yang melibatkan Unila, UIN Raden Intan Lampung, dan Itera.
Ke depan, kerja sama juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang dapat diolah menjadi pupuk dan memiliki nilai ekonomi.
“Mulai hari ini kita bisa mulai bergerak, apa yang kita kerjasamakan antara Unila dan UIN bisa kita mulai dari pengelolaan sampah, yang hasilnya bisa menjadi



