REDAKSI8.COM, KALSEL – Memasuki usia ke-22, Taruna Siaga Bencana (Tagana) diharapkan semakin memperkuat kapasitas dan soliditas dalam penanganan bencana, seiring meningkatnya kebutuhan relawan kemanusiaan di berbagai daerah.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana di Kalimantan Selatan (Kalsel) digelar secara sederhana melalui apel di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel.

Meski tanpa seremoni besar, momentum itu dimanfaatkan untuk menegaskan kembali peran strategis relawan dalam penanggulangan bencana.
Kepala Dinsos Kalimantan Selatan, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi mengatakan, peringatan tahun ini disesuaikan dengan situasi yang bertepatan dengan masa libur panjang.
“Peringatan kita laksanakan dalam bentuk apel sederhana seperti kegiatan rutin harian. Namun, maknanya tetap mendalam sebagai refleksi 22 tahun pengabdian Tagana untuk ketangguhan negeri,” ujarnya, Rabu (25/3/26).
Selama lebih dari dua dekade, Tagana dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai penanganan bencana, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Para relawan yang terlibat pun mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Dinsos Kalsel juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah relawan Tagana yang terlibat dalam misi kemanusiaan, termasuk penanganan bencana banjir di Aceh dan Sumatera Barat.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para relawan yang telah terlibat langsung dalam membantu masyarakat terdampak bencana, tidak hanya di daerah, tetapi juga di luar provinsi,” ungkapnya.
Achmadi menilai, peringatan HUT Taganan ke-22 juga menjadi pengingat penting bagi seluruh relawan untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan guna menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Di usia yang sudah dewasa ini, kami berharap Tagana terus meningkatkan kapasitas dan soliditas dalam penanganan bencana, baik bencana alam maupun sosial,” harapnya.
“Keberadaan mereka sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan bencana,” tutupnya.



