REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Ratusan penumpang rute Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu menuju Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan terlantar di Pelabuhan Batulicin akibat kelebihan muatan pada kapal KMP Awu-Awu, Senin 17/3/2026
Kapal yang seharusnya hanya berkapasitas 240 orang tersebut dilaporkan memuat lebih dari 500 penumpang, sehingga otoritas pelabuhan terpaksa menunda keberangkatan sebagian besar penumpang demi alasan keselamatan pelayaran.

General Manager PT ASDP Batulicin, Ardian menepis hal ini, ia menjelaskan bahwa penundaan ini murni karena faktor regulasi.
Ardian menjelaskan bahwa membeludaknya penumpang di atas kapal terjadi karena adanya celah pengawasan saat waktu berbuka puasa.
“Kita kan memang di sini kan gak selalu ada jaga, mungkin pas lagi buka puasa, apa tuh, tengah pengawasannya. Dan juga satu-satu masuk-masuk akhirnya jadi banyak. Artinya ini kita nggak saling menyalahkan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/3/2026).

Terkait dugaan praktik percaloan yang dikeluhkan penumpang, Ardian menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Infonya dari penumpang kan seperti itu. Artinya itu mungkin ya agen atau calo nanti agar tunjukkan ke kami siapa orangnya. Kalau ada anggota ASDP tentunya kita akan tindak sesuai dengan manajemen aturan dari ASDP,” tegasnya.
Saat ini, para penumpang yang tertunda keberangkatannya telah diungsikan ke kantor PT ASDP dan sejumlah penginapan di sekitar pelabuhan. Pemerintah daerah setempat juga telah menyediakan fasilitas penunjang seperti dapur umum untuk berbuka puasa dan WC portabel.
Mengenai kepastian keberangkatan, Ardian meminta masyarakat bersabar menunggu kedatangan kapal dari Garongkong.
“Estimasi kapal akan mengangkut penumpang pada Kamis (19/3) mendatang” tutupnya.



