REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Suasana Ramadan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (IKP Kalsel) akan semakin semarak dengan digelarnya Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur pada 14 Maret 2026 mendatang.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan dr Murdjani Banjarbaru itu menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi khas masyarakat selama bulan suci.

Festival yang digagas Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru tersebut kembali digelar sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus ajang kreativitas masyarakat.
Selain menampilkan tanglong, festival juga akan menghadirkan penampilan bagarakan sahur yang menjadi tradisi khas Ramadan di daerah.
Ketua Komite Umum Ekraf Banjarbaru, Riandy Hidayat melalui koordinator kegiatan, Isuur mengatakan, pihak panitia telah menggelar technical meeting bersama seluruh peserta untuk memastikan kesiapan dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Dalam rencana awal, tanglong dan bagarakan sahur sebenarnya akan ditampilkan dengan konsep arak-arakan di sejumlah ruas jalan kota.
Namun setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pengaturan peserta dan efektivitas pelaksanaan, kegiatan akhirnya dipusatkan di satu lokasi.
“Awalnya memang direncanakan diarak dengan rute tertentu, tetapi setelah mempertimbangkan beberapa hal akhirnya diputuskan kegiatan dipusatkan di Lapangan Murdjani,” ujarnya.
Pada pelaksanaannya nanti, penampilan bagarakan sahur akan digelar di panggung utama Pasar Ramadan yang berada di kawasan Lapangan Murdjani.
Sementara karya tanglong para peserta akan dipajang di beberapa titik di sekitar Balai Kota Banjarbaru.
Tanglong akan disusun berjajar di area lapangan depan Balai Kota serta sebagian ditempatkan di sisi sayap agar seluruh karya dapat terlihat dan tertata dengan rapi.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk mengikuti festival juga cukup tinggi.
Bahkan panitia mencatat puluhan peserta telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam dua kategori lomba.
“Pesertanya cukup banyak dan sangat antusias. Karena itu penempatan tanglong kita atur di beberapa titik di sekitar Balai Kota agar semuanya dapat tertata dengan baik,” jelasnya.
Agar penampilan bagarakan sahur memiliki keseragaman, panitia pun menetapkan satu lagu yang wajib dibawakan oleh para peserta, yakni lagu “Siti Fatimah dan Sebelas Bintang”.
Lagu tersebut dipilih berdasarkan arahan dari Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Selain itu, panitia juga menetapkan aturan terkait desain tanglong yang harus menonjolkan unsur Islami.
“Untuk tahun ini Ibu Wali Kota, Erna Lisa Halaby sangat memperhatikan tema tanglong. Tidak diperbolehkan membuat bentuk raksasa atau yang menyerupai setan. Semua harus bernuansa Islami,” tegasnya.
Meski dewan juri nantinya akan berkeliling untuk menilai tanglong yang dipajang, panitia tetap melarang peserta melakukan pawai di luar area kegiatan demi menjaga ketertiban acara.
Melalui festival ini, Pemkot Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif berharap tradisi tanglong dan bagarakan sahur dapat terus hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang memperkaya suasana Ramadan di Banjarbaru.



