REDAKSI8.COM, SURABAYA – Stigma ajang pencarian duta kampus hanya menitikberatkan pada penampilan fisik berhasil dipatahkan oleh dua delegasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dalam ajang Putra-Putri Kampus Indonesia (PPKI) 2026 yang berpuncak di Surabaya (8/2), Muhammad Abdi Rahman dan Aretta Christiani membuktikan substansi dan wawasan merupakan kunci utama memenangkan persaingan di level nasional.
Membawa panji Kalimantan Selatan, Abdi Rahman (Putra Lambung Mangkurat 2025) sukses mengamankan posisi Runner Up II Putera Kampus Indonesia 2026 sekaligus menyabet gelar Best Ethnic Wear.
Di sisi lain, Aretta Christiani (Putri Lambung Mangkurat 2025) tampil impresif dengan meraih Runner Up IV Puteri Kampus Indonesia 2026.
Tak tanggung-tanggung, Aretta memborong dua penghargaan kategori, Best Evening Gown dan Puteri Kampus Intelegensia 3.
Bagi para pemenang, gelar itu bukan sekadar mahkota, melainkan tanggung jawab intelektual.
Aretta Christiani menekankan, ajang tersebut merupakan platform bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas berpikirnya.
“PPKI ini memang menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya mengandalkan penampilan, tetapi juga harus memiliki wawasan luas dan kemampuan berpikir kritis. Kami diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda di sekitar kami,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Abdi Rahman. Baginya, setiap langkah yang mereka ambil di panggung nasional merupakan representasi dari nilai-nilai institusi yang mereka bawa.
“Sebagai putra-putri kampus, kami menjadi representasi dari kampus dan daerah, baik di tingkat regional maupun nasional. Jadi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagaimana kami berkegiatan dan membawa nilai yang sesuai dengan gelar yang kami sandang,” jelas Abdi.
Meski terlihat gemilang di malam final, perjalanan keduanya tidaklah instan.
Dengan waktu persiapan yang tergolong singkat hanya satu bulan keduanya harus berjibaku menyiapkan video profil, program advokasi, hingga sesi focus group discussion (FGD) yang menguras energi.
Aretta mengakui tekanan waktu menjadi tantangan tersendiri selama masa persiapan.
“Persiapannya cukup mepet, tapi karena kami membawa nama Kalimantan Selatan dan ULM, tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Kami berusaha mempersiapkan diri semaksimal mungkin,” tuturnya.
Bagi Abdi, pencapaian itu merupakan tonggak sejarah pribadi yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
“Ini pengalaman pertama saya mewakili universitas dan daerah di tingkat nasional. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa sampai di titik ini,” ungkap Abdi.
Keberhasilan Abdi dan Aretta menjadi bukti nyata efektivitas lingkungan akademik di Universitas Lambung Mangkurat dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswanya.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peran di kancah nasional maupun internasional, mempertegas posisi ULM sebagai lumbung pencetak generasi inspiratif.



