REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong terciptanya sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan kualitas sekolah, penguatan karakter, hingga inovasi pencegahan bullying berbasis teknologi.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, sejak menjabat sekitar enam bulan terakhir, pihaknya langsung melakukan pemetaan sekolah-sekolah terbaik di seluruh Kabupaten dan Kota di Kalimantan Selatan.
“Kurang lebih 6 bulan saya menjabat. Langsung tuh mencoba memetakan di kalsel ini dimana sekolah-sekolah terbaik, khususnya di setiap Kabupaten dan Kota,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (12/2/26).
Di Kota Banjarbaru, SMA Negeri 2 atau Smada disebut menjadi salah satu sekolah dengan animo tinggi dari masyarakat. Jumlah peserta didik yang mencapai 1.048 orang dinilai menunjukkan tingginya kepercayaan publik.
“Kota Banjarbaru semuanya pastinya bagus, tetapi saat ini memang animo masyarakat ya teman-teman SMA 2 itu salah satu yang menjadi tujuan untuk melanjutkan sekolah,” katanya.
Momentum hari jadi ke-49 SMA 2 Banjarbaru juga ditandai dengan peluncuran inovasi Gerakan Sekolah Nyaman dan Aman (GASAN SMADA). Program ini difokuskan pada pencegahan kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah.
“SMA 2 juga ada meluncurkan inovasi, kita apresiasi ya dari Kepala Sekolah SMA 2 Banjarbaru karena memang persoalan kekerasan, bullying ini menjadi konsen semua,” ucapnya.
Selain itu, SMA 2 juga meluncurkan aplikasi E-Lapor sebagai ruang aduan dan dialog bagi siswa yang kesulitan menyampaikan persoalan secara langsung.
Karena menurutnya banyak persoalan berhenti di lingkar pertemanan tanpa sampai ke pihak sekolah.
“Khususnya mungkin anak-anak, atau orang tua, masyarakat yang melihat bagaimana kita menyelesaikan persoalan ini. Dengan di lounching nya sebuah aplikasi yang memberikan ruang dialog, anak-anak yang mungkin susah untuk menyampaikan kepada orang lain jadi dengan aplikasi ini bisa merespons,” jelasnya.
Sementara di tingkat provinsi, Disdikbud Kalsel tengah mengembangkan kajian surveillance of bullying detection yang akan diuji coba sebagai pilot project di beberapa sekolah.
“Kalau di 2026 ini satu sekolah dulu, tapi nanti kalau memang SMA 2 bisa di dukung, kita juga bisa menjadikan SMA 2 Banjarbaru pilot project dalam hal surveillance of bullying detection,” tuturnya.
Kendati demikian, Tantri menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga keseimbangan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Besar harapan kita pendidikan itu intelektualnya juga cerdas, emosionalnya cerdas, serta spiritual yang seimbang,” tuntasnya.



