Minggu, 5 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Penutupan Sebagian Bundaran Simpang Empat Dinilai Jadi Sinyal Masalah Tata Ruang Kota Banjarbaru

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
24 Januari 2026
A A
Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Bundaran Simpang Empat, Arah Martapura-Cempaka Ditutup Sementara

Petugas gabungan mengatur rekayasa manejemen arus lalu lintas di Bundaran Simpang Empat Kota Banjarbaru, Sabtu (24/1/26). Foto: Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kebijakan penutupan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru melalui rekayasa lalu lintas dinilai bukan sekadar persoalan teknis transportasi, melainkan mencerminkan persoalan mendasar dalam struktur tata ruang perkotaan.

Dalam perspektif perencanaan wilayah dan kota, Pakar kota dari Kampus ULM, Dr. Eng. Akbar Rahman, ST., MT berpendapat, Bundaran Simpang Empat memiliki fungsi strategis sebagai simpul utama pergerakan, penanda kawasan (landmark), serta titik temu sejumlah koridor lalu lintas.

Namun meningkatnya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut menunjukkan kapasitas simpul sudah melampaui daya dukung jaringan jalan.

“Kondisi itu menandakan terjadinya ketidakseimbangan antara intensitas aktivitas kawasan dengan kemampuan infrastruktur jalan,” ujarnya.

LihatJuga :

Legislator ini Sambut Baik Panen Raya Padi di Kapuas Kuala, Dukung Program Swasembada Pangan

Legislator DPRD Kapuas H. Pahmi Apresiasi Rencana Panen Raya Ketahanan Pangan TNI di Bataguh

Dukung Penuh Program “Lewu Bersinar”, Anggota DPRD Kapuas H. Pahmi Dorong Pemerataan Infrastruktur

Dinas Kesehatan Tapteng Sambut Baik Sunat Massal Gratis DMI, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan mobilitas masyarakat di sekitar simpang berkembang pesat, sementara penataan ruang dan sistem jaringan jalan tidak berkembang seiring kebutuhan.

Akibatnya menurut Akbar, bundaran yang awalnya dirancang untuk meminimalkan konflik lalu lintas dengan sistem arus melingkar justru berubah menjadi titik konflik dengan kepadatan tinggi.

“Rekayasa lalu lintas yang dilakukan saat ini dipandang sebagai solusi jangka pendek atas persoalan yang bersifat struktural,” pikirnya.

Dari sudut pandang tata ruang, penutupan bundaran baginya bukan solusi akhir, melainkan indikasi adanya ketergantungan berlebih terhadap satu simpul pergerakan.

Dia menilai, persoalan utama tidak hanya terletak pada volume kendaraan, tetapi pada konsentrasi fungsi perkotaan yang terpusat di satu kawasan, lemahnya distribusi pusat kegiatan sekunder, serta belum optimalnya peran jalan kolektor dan jalan lokal sebagai penyangga.

“Dampak kebijakan tersebut turut dirasakan langsung oleh pengguna jalan, terutama angkutan umum dan pekerja harian,” ucapnya.

“Pengalihan arus dan rute memutar meningkatkan waktu tempuh serta biaya transportasi, yang secara tata ruang mencerminkan ketimpangan aksesibilitas antarwilayah,” sambungnya.

Dalam konteks perencanaan kota, rekayasa lalu lintas idealnya terintegrasi dengan penataan guna lahan, pengendalian parkir, penertiban aktivitas pedagang kaki lima di sekitar simpang, serta didukung desain ruang jalan yang jelas dan aman.

“Tanpa penataan kawasan di sekitarnya, kepadatan lalu lintas berpotensi hanya berpindah ke koridor lain,” katanya.

Jika pola penanganan tersebut berlanjut tanpa intervensi tata ruang yang lebih menyeluruh, lebih jauh kepada Redaksi8.com, kota berisiko mengalami pemindahan kemacetan, penurunan kualitas ruang publik di jalur alternatif, serta fragmentasi sistem pergerakan perkotaan.

“Sebaliknya, situasi sekarang dapat menjadi momentum evaluasi peran bundaran dalam struktur kota dan penataan ulang simpul transportasi berbasis hierarki jalan,” tukasnya.

Penanganan Bundaran Simpang Empat dinilai memerlukan pendekatan berlapis yang mengintegrasikan rekayasa lalu lintas, penataan ruang, pengendalian tata guna lahan, serta prinsip keadilan aksesibilitas.

Dengan pendekatan tersebut, bundaran diharapkan dapat kembali berfungsi sebagai simpul kota yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Secara makro, penanganan simpul itu juga perlu diimbangi percepatan pembangunan jaringan jalan baru dan penguatan koridor alternatif di kawasan lain.

Pengembangan jalan penghubung antarwilayah dan peningkatan fungsi jalan kolektor diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Banjarbaru.

“Pendekatan tersebut menegaskan bahwa solusi kemacetan tidak cukup dilakukan di tingkat simpul semata, melainkan membutuhkan penataan sistem jaringan jalan kota secara menyeluruh agar struktur ruang kota lebih seimbang dan tangguh di masa depan,” pungkasnya.

Share278Tweet174Send

Related Posts

Komisi IV DPR RI Tinjau Balai Veteriner Banjarbaru, Pastikan Kesiapan Hadapi Ancaman El Nino

Komisi IV DPR RI Tinjau Balai Veteriner Banjarbaru, Pastikan Kesiapan Hadapi Ancaman El Nino

by Ramadhani MTD.
4 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (03/07/2026), untuk...

Membuka Pintu Inklusivitas, ULM Kerahkan Relawan Berpengalaman dan Asesmen Khusus dalam UTMBK Disabilitas 2026

Membuka Pintu Inklusivitas, ULM Kerahkan Relawan Berpengalaman dan Asesmen Khusus dalam UTMBK Disabilitas 2026

by Ramadhani MTD.
4 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mempertegas langkahnya sebagai kampus inklusif dengan tidak sekadar menyediakan kuota, melainkan menyiapkan ekosistem...

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

by Ramadhani MTD.
4 Juli 2026

REDAKSI8.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan III...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In