REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sepanjang Januari hingga November Tahun 2025, tercatat sebanyak 75 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan di Kota Banjarbaru.
Data tersebut dihimpun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di berbagai layanan kesehatan dan pendampingan relawan di lapangan.

Relawan Penanggulangan HIV Banjarbaru Edi Sampana, menyampaikan, angka temuan tersebut justru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela.
“Ditemukan sebanyak 75 kasus baru HIV di Kota Banjarbaru sepanjang Tahun 2025, dimana data tersebut dihimpun sejak Januari hingga November,” ujarnya, Rabu (21/1/26).
Ia menjelaskan, bila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yakni 2023 dan 2024, jumlah temuan kasus pada 2025 mengalami peningkatan.
“Kalau dibandingkan dua tahun sebelumnya, memang ada peningkatan. Tapi ini bukan berarti penularannya meningkat drastis, melainkan masyarakat sudah mulai sadar dan berani melakukan cek HIV,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kesadaran itu juga didukung oleh peran tenaga kesehatan yang semakin aktif serta masifnya edukasi yang dilakukan oleh para relawan di tengah masyarakat.
“Ini pertanda baik, karena semakin banyak masyarakat yang sadar, dan para nakes juga lebih aktif melakukan pemeriksaan,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), sebab, HIV tidak mudah menular melalui aktivitas sosial sehari-hari.
“Stigma di masyarakat harus dihilangkan. HIV itu tidak menular lewat sentuhan atau aktivitas biasa, penularannya melalui hubungan seksual berisiko dan darah,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 lalu tercatat sebanyak 77 kasus HIV di Kota Banjarbaru, dengan faktor risiko yang didominasi oleh pergaulan bebas.
“Harapannya upaya pencegahan, edukasi, serta pemeriksaan HIV dapat terus diperluas agar kasus dapat terdeteksi lebih dini dan penanganan dapat dilakukan secara optimal,” tuntasnya.



