REDAKSI8.COM, KALSEL – Sebanyak 91 prajurit resmi menuntaskan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkat Darat (AD) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Jum’at (24/4/26).
Dengan penekanan pada kesiapan menghadapi tantangan geografis dan sosial di Kalimantan Tengah (Kalteng) serta Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penutupan pendidikan itu menjadi tahap penting dalam mencetak prajurit TNI AD yang tidak hanya siap secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki kemampuan teritorial untuk menjawab kebutuhan wilayah yang kompleks.
Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, para Bintara yang baru dilantik harus mampu beradaptasi dengan kondisi wilayah penugasan yang didominasi hutan, sungai, hingga daerah pedalaman.
“Penutupan Pendidikan Bintara ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit-prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial untuk menjawab tantangan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Dengan kondisi geografis Kalimantan yang luas dan beragam menuntut prajurit yang adaptif serta memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat.
Selain itu, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan menjadi bagian dari strategi memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan di wilayah terpencil dan rawan bencana.
“Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan rawan bencana di Kalimantan,” jelasnya.
Ia menuturkan, dalam menghadapi dinamika ancaman modern, pendidikan Bintara juga terus diarahkan untuk meningkatkan berbagai kemampuan dasar prajurit, mulai dari kemampuan tempur hingga adaptasi terhadap perkembangan situasi.
“Dalam menghadapi tantangan keamanan modern yang semakin kompleks dan dinamis, pendidikan Bintara TNI AD terus mengembangkan berbagai kemampuan bagi prajurit,” ucapnya.
Adapun kemampuan yang ditekankan meliputi kemampuan tempur, penguasaan senjata, kesiapan fisik dan mental, adaptasi, serta penguatan fungsi teritorial di tengah masyarakat.
Pangdam mengingatkan, para Bintara remaja agar menjunjung tinggi nilai dasar keprajuritan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Saya menekankan kepada seluruh Bintara remaja agar memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI,” katanya.
Lebih jauh, Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, prajurit di Batalyon Teritorial Pembangunan tidak hanya dituntut profesional secara militer, tetapi juga harus mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.
Ia pun mengingatkan, pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta memahami kondisi sosial budaya di wilayah tugas.
“Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadi prajurit yang hadir untuk rakyat, karena kekuatan pertahanan sejati berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.



