REDAKSI8.COM, TAPTENG | Kerja keras tim gabungan instansi pemerintah akhirnya membuahkan hasil. Jalur lintas Sibolga-Tarutung yang sempat lumpuh total akibat longsor di delapan titik berbeda, kini telah dapat dilalui kendaraan kembali sejak pukul 23.30 WIB, Senin (16/2/2026).
Kapolres Kabupaten Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel mengonfirmasi, seluruh material longsor yang menimbun badan jalan di wilayah Kecamatan Sitahuis berhasil dibersihkan setelah proses evakuasi berlangsung hingga larut malam.
Curah hujan ekstrem sejak siang hari memicu rentetan longsoran berupa kayu, batu, dan tanah yang menutup akses di sepanjang jalur strategis penghubung Kota Sibolga-Tarutung tersebut.
Adapun delapan titik longsor meliput
Jalan Rampa Poriaha KM 7 (Sigarupu) Material kayu dan batu menutup badan jalan, menyebabkan kemacetan total.
Jalan Sibolga-Tarutung KM 23 – Longsor menutup akses kendaraan seperti .KM 23,5 Material longsor menyumbat aliran sungai hingga memicu banjir. KM 23,7 Akses lumpuh total. KM 24 Badan jalan tertimbun tanah dan bebatuan. KM 24,5 Jalur tidak dapat dilalui kendaraan. KM 25 Akses terputus total dan KM 26 Longsoran menimpa badan jalan.
Selain melumpuhkan arus lalu lintas, bencana ini juga berdampak pada permukiman warga. Tercatat tujuh unit rumah mengalami kerusakan, masing-masing lima unit di Kelurahan Nauli terendam banjir dan dua unit di Desa Nagatimbul rusak akibat tertimpa longsor.
Langkah taktis segera dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan pihak Kecamatan Sitahuis untuk pengerahan alat berat guna mempercepat proses pembersihan material.
“Sekitar pukul 23.30 WIB, seluruh titik longsor sudah dievakuasi. Saat ini arus lalu lintas telah kembali normal dan kendaraan dapat melintas dengan aman,” ujar Kapolres.
Meski jalur telah dibuka, pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di lokasi serta mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
Kapolres Kabupaten Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel mengonfirmasi, seluruh material longsor yang menimbun badan jalan di wilayah Kecamatan Sitahuis berhasil dibersihkan setelah proses evakuasi berlangsung hingga larut malam.
Curah hujan ekstrem sejak siang hari memicu rentetan longsoran berupa kayu, batu, dan tanah yang menutup akses di sepanjang jalur strategis penghubung Kota Sibolga-Tarutung tersebut.
Adapun delapan titik longsor meliput
Jalan Rampa Poriaha KM 7 (Sigarupu) Material kayu dan batu menutup badan jalan, menyebabkan kemacetan total.
Jalan Sibolga-Tarutung KM 23 – Longsor menutup akses kendaraan seperti .KM 23,5 Material longsor menyumbat aliran sungai hingga memicu banjir. KM 23,7 Akses lumpuh total. KM 24 Badan jalan tertimbun tanah dan bebatuan. KM 24,5 Jalur tidak dapat dilalui kendaraan. KM 25 Akses terputus total dan KM 26 Longsoran menimpa badan jalan.
Selain melumpuhkan arus lalu lintas, bencana ini juga berdampak pada permukiman warga. Tercatat tujuh unit rumah mengalami kerusakan, masing-masing lima unit di Kelurahan Nauli terendam banjir dan dua unit di Desa Nagatimbul rusak akibat tertimpa longsor.
Langkah taktis segera dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan pihak Kecamatan Sitahuis untuk pengerahan alat berat guna mempercepat proses pembersihan material.
“Sekitar pukul 23.30 WIB, seluruh titik longsor sudah dievakuasi. Saat ini arus lalu lintas telah kembali normal dan kendaraan dapat melintas dengan aman,” ujar Kapolres.
Meski jalur telah dibuka, pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di lokasi serta mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.



