REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebanyak 510 prajurit Bintara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat resmi dilantik usai mengikuti pendidikan pembentukan di Rindam XXII/Tambun Bungai (TB), Kota Banjarbaru, Rabu (07/01/26) siang.
Para Bintara muda itu disiapkan untuk memperkuat satuan teritorial, khususnya dalam mendukung pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Kalimantan.
Pelantikan tersebut menandai penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri Gelombang II Tahun Anggaran 2025 dan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Secaba Rindam XXII/TB, Jalan Gunung Kupang, Banjarbaru.
Dari total 510 Bintara yang dilantik, sebanyak 180 prajurit merupakan lulusan Dikmaba Infanteri dan 320 prajurit berasal dari Diktukba.
Seluruhnya berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, kemudian akan ditempatkan untuk memperkuat satuan TNI AD di wilayah Kalimantan.
Komandan Rindam XXII/TB Brigjen TNI Ali Akhwan menegaskan, para Bintara yang baru dilantik harus menunjukkan jati diri sebagai prajurit sejati dengan disiplin tinggi, loyal kepada pimpinan, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
“Jadilah prajurit yang tangguh dan militan, siap mengorbankan jiwa dan raga untuk NKRI,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian.
Menurut Brigjen TNI Ali Akhwan, penutupan pendidikan itu menjadi momentum strategis dalam menyiapkan prajurit yang tidak hanya siap tempur, tetapi juga memiliki kemampuan teritorial yang kuat.
Hal tersebut dinilai penting mengingat karakter wilayah Kalimantan yang luas dan beragam. Sebab pendidikan Bintara TNI AD terus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tempur, penguasaan senjata, ketahanan fisik dan mental.
Serta keterampilan teritorial agar prajurit mampu berperan aktif menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan.
“Kami berharap para Bintara ini tidak hanya profesional sebagai prajurit, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah penugasan,” tuntasnya.



