REDAKSI8.COM, Samarinda – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kaltim telah menyiapkan 46 petugas haji yang akan melayani jemaah haji dari Indonesia di Tanah Suci Mekkah pada tahun 2024.
Petugas haji tersebut direkrut setiap tahun oleh Kementerian Agama sebagai bentuk fasilitasi untuk mempermudah dan menyukseskan ibadah haji bagi jemaah dari Indonesia.
Ketua Tim Penyelenggara Tugas dan Fungsi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji, Kabul Budiono menyampaikan, bahwa petugas haji yang dipilih oleh Kemenag Kaltim terdiri dari 3 kategori.
Petugas Kloter, Petugas Non Kloter, dan Petugas Haji Daerah (PHD).
Berikut ini adalah rincian Petugas Haji yang disiapkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim:
– Petugas Kloter : 14 petugas
– Petugas Non Kloter : 6 petugas
– Petugas Haji daerah (PHD) : 24 petugas
Kabul Budiono menjelaskan, bahwa Kemenag Kaltim berwenang untuk merekrut Petugas Kloter dan Petugas Non Kloter, yang sudah dilakukan pada bulan Desember 2023 dan sudah diumumkan pada bulan Januari 2024.
“Alhamdulillah sudah rampung dan tanggal 11 kemarin sudah diumumkan, termasuk cadangan jika ada yang dibutuhkan jadi sudah siap,” kata Kabul, Rabu (31/1/2024).
Kabul Budiono menambahkan, bahwa masih ada proses perekrutan Petugas Haji Daerah, yang saat ini masih dalam tahap seleksi.
“Pengumuman untuk petugas PHD ini kemungkinan bulan depan, dan PHD ini juga ditanggung penuh oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Para petugas ini, lanjut Kabul, akan memberikan pelayanan di bidang umum, ibadah, dan kesehatan bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Di kloter juga ada, kalau di kloter itu ada ketua kloter, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan,” tambah Kabul.
Selain Kemenag Kaltim, Dinas Kesehatan juga ikut berperan dalam merekrut dan menyeleksi petugas tim kesehatan baik dokter maupun perawat.
“Jadi dalam menyiapkan petugas haji ini Kemenag Kaltim dan Kemenag di Kabupaten Kota bersama unsur terkait seperti Dinkes melakukan perekrutan sesuai dengan sop-nya, agar semua jemaah dari Kaltim ini bisa terlayani dengan baik,” paparnya.
Kabul berharap, dengan adanya persiapan yang terus dilakukan, ibadah haji bisa berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala.
“Kita harap jumlah jemaah yang berangkat dengan angka tertentu bisa kembali ke tanah air dengan angka yang sama, tapi memang dalam pelaksanaannya pasti ada jemaah yang meninggal dunia di sana, baik itu karena kondisi kesehatan yang menurun. Pokoknya kita akan berusaha melakukan persiapan yang terbaik dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” pungkas Kabul.



