REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Penantian panjang selama 15 tahun akhirnya terbayar, seorang lansia asal Banjarmasin, Nor Laily Badrun Abu Bakar (74) berangkat ke Tanah Suci seorang diri bersama kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Banjarmasin.
Di tengah keberangkatan ratusan jemaah kloter 1 asal Banjarmasin ke Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4/26) pagi, terselip kisah haru dari seorang lansia yang akhirnya dipanggil untuk pergi ke Tanah Suci setelah menunggu lebih dari satu dekade.

Nor Laily Badrun Abu Bakar (74), warga Kecamatan Banjarmasin Barat, menjadi salah satu jemaah yang berangkat tanpa pendamping keluarga, namun tetap dengan penuh keyakinan menjalani ibadah haji.
Diawali perjalanan sejak pukul 04.00 Wita, seluruh jemaah diberangkatkan dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ke Asrama Haji dan tiba di embarkasi sekitar jam 06.00 Wita.
“Tadi berangkat ke sini mulai jam 4 di masjid. Alhamdulillah sampai langsung dapat makan, minum, paspor, gelang, living cost, sama kalung Id Card,” ujarnya saat diwawancarai.
Setibanya di Asrama Haji, seluruh jemaah langsung menjalani tahapan administrasi dan penerimaan perlengkapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dalam proses tersebut, Laily mengaku tak menyangka dirinya akhirnya bisa berangkat setelah menanti sejak 2011 lalu.
“Alhamdulillah, senang rasanya seperti tidak disangka-sangka. Saya daftar sejak tahun 2011 silam,” ungkapnya.
Meski harus berangkat seorang diri, Laily tetap tegar dengan dukungan keluarga menjadi kekuatan utama yang mengiringi langkahnya hingga ke asrama.
Ia memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga karena telah menyiapkan berbagai kebutuhan pribadi sejak jauh hari.
“Untuk fisik, saya sudah siapkan obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Kloter 1 asal Banjarmasin terdiri dari 355 jemaah dan 4 petugas, yang seluruhnya kini telah berada di Asrama Haji untuk persiapan akhir.
Sesuai jadwal, rombongan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Jumat (24/4/26) dini hari pukul 00.05 Wita melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.



