REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru resmi melantik 102 pejabat fungsional sebagai langkah strategis memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis keahlian dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pelantikan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (29/04/26) pagi.

Dengan melibatkan ASN dari berbagai bidang strategis itu diharapkan mampu menjadi penggerak utama peningkatan kinerja layanan Pemerintah.
Dari total 102 pejabat yang dikukuhkan, sebanyak 86 orang merupakan ASN yang mendapatkan kenaikan jenjang jabatan fungsional, sementara 16 orang lainnya beralih dari jabatan sebelumnya ke jabatan fungsional sesuai kompetensi yang dimiliki.
Penguatan jabatan fungsional tidak hanya menjadi bagian dari penataan birokrasi, tetapi juga diarahkan untuk memastikan setiap lini pelayanan diisi oleh tenaga yang memiliki keahlian spesifik serta mampu bekerja secara profesional sesuai tuntutan bidangnya masing-masing.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby yang dibacakan Sekda Banjarbaru, Sirajoni menegaskan, jabatan fungsional memegang peran penting dalam sistem Pemerintahan karena berorientasi pada keahlian dan kualitas kinerja.
“Profesionalisme, integritas, dan kompetensi menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan pejabat fungsional bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, melainkan menjadi ujung tombak dalam menghadirkan pelayanan yang efektif, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat.
“Pejabat fungsional bukan sekadar pelengkap, tetapi ujung tombak pelayanan yang efektif, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi menjelaskan, pelantikan ini mencakup berbagai sektor vital yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Mulai dari tenaga pendidikan, kesehatan, hingga bidang teknis lainnya seperti di lingkungan Satpol PP dan RSUD Idaman, seluruhnya menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelayanan publik secara menyeluruh,” jelasnya.
Dengan penguatan ini, Pemkot Banjarbaru menargetkan terciptanya birokrasi yang lebih adaptif dan profesional.
“Serta mampu menjawab tuntutan pelayanan yang semakin kompleks di tengah dinamika pembangunan daerah,” tutupnya.



