REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mencatat sederet capaian dalam 100 hari kerja pertama Lisa-Wartono dan kini memasuki tahap evaluasi.
Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari pembangunan hingga kesejahteraan masyarakat.

Namun, warga menilai keberhasilan itu belum sepenuhnya dirasakan dan masih butuh langkah lanjutan yang lebih dekat ke masyarakat.
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru, Dina menyoroti belum adanya Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di Banjarbaru yang seharusnya tersedia di kota selevel ibu kota provinsi.
“Jadi setelah saya lihat-lihat, saya 20 tahun hidup di sini, biasanya ada PMI di setiap kota, tapi kebetulan untuk di PMI Banjarbaru ini saya melihat kita belum punya Unit Donor Darah PMI itu sendiri,” ujarnya, Senin (29/9/25).
Menurutnya, ketiadaan unit donor darah menjadi persoalan serius, sebab masyarakat Kota Banjarbaru kerap bergantung pada PMI wilayah lain.
Oleh sebab itu, Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bisa segera merencanakan pembangunan unit tersebut, agar kebutuhan darah dapat terpenuhi tanpa harus mencari ke luar kota.
“Jadi sebenarnya harapan saya adalah semoga dengan menjabatnya Ibu Lisa beberapa tahun ke depan dan mulai dari sekarang, dari hari ini, semoga masih bisa membuat rencana untuk membangun unit donor darah,” harapnya.
Dina menyampaikan, kesediaannya bersama rekan-rekan mahasiswa untuk dilibatkan langsung jika Pemerintah berencana membentuk unit donor darah.
“Kami sebagai mahasiswa, khususnya saya merasa SDM kami bisa dan siap untuk membantu membangun unit donor darah PMI Kota Banjarbaru,” ucapnya.
“Karena di Banjarbaru itu benar-benar sangat membutuhkan kantong darah buat beberapa kebutuhan pasien tertentu,” tambahnya.
Di sisi lain, saat diminta menilai capaian 100 hari kerja Lisa-Wartono, menurut Dina hasilnya masih belum maksimal.
“Kalau dirasa puas mungkin skalanya 6 per 10 kali ya. Karena dilihat sampai saat ini saya belum terlalu bisa merasakan dampaknya,” ungkapnya.
Meski begitu, Ia tetap mengapresiasi kegiatan sosial dan keagamaan yang digelar Pemerintah, namun, dengan harapan kedepan Pemerintah lebih sering turun langsung ke masyarakat.
“Seperti acara sosial keagamaan itu boleh, karena menambah kewawasan kita juga. Tapi semoga bisa lebih bersosialisasi lagi dengan masyarakat, terutama di Kecamatan Cempaka lumayan banyak masyarakat yang jarang ke Kota,” tandasnya.



