REDAKSI8.COM, BANJAR – Dampak dugaan aktivitas tambang emas illegal di Desa Pa’au Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat Sungai Batu Balian yang dulunya jernih dan bersih sudah berubah keruh bak warna minuman Thai tea.
Dari informasi salah seorang warga disana yang namanya minta disembunyikan mengaku, kondisi air Sungai Balian telah berubah keruh dampak buangan aktivitas pertambangan di daerah hulu.


Dari situ, dia berspekulasi wisata Sungai Batu Balian dan sekitar Pa’au terancam akan terhenti sementara waktu.
Wisata Sungai Batu Balian diketahui telah menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat selain di bidang perkebunan, pertanian dan perikanan.
“Di Desa Pa’au selama ini mengembangkan wisata alam Batu Balian dan Sungainya yang jernih. Akibat aktivitas ini sudah pasti terancam tutup karena sungainya telah tercampur lumpur lantaran dampak aktivitas tambang di daerah hulunya,” bebernya kepada Redaksi8.com.
Pun, salah seorang pengunjung yang baru saja datang dari sana mengungkapkan, kondisi Sungai di Batu Balian keruh seperti minuman Thai Tea.
“Datang semalam kaya (seperti<-red) Thai tea (minuman teh kekinian<-red), ini sudah berkurang (kondisi keruhnya),” ungkap pengunjung yang namanya minta dirahasiakan, Kamis (10/9/2026) pagi.
Kondisi tersebut menurutnya sudah seperti aliran sungai simpang tiga di Kahung, Desa Belangian, Aranio.
“Kaya (Seperti<-red) simpang 3 kahung (kondisi keruh<-red),” katanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Redaksi8.com sampai sekarang, tim gabungan kepolisian dan Dinas Kehutanan akan melakukan operasi sidak ke lokasi tambang.
Kemudian, kemarin malam Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 22.00 wita, dua buah alat berat berupa eksavator telah berhenti beroprasi.
Sementara satu alat berat masih berada di lokasi dan tidak beroperasi.
Namun, informasi tersebut masih belum bisa dibuktikan secara faktual, tim Redaski8.com masih melakukan penelusuran lebih jauh kondisi sebenarnya di lapangan.
