REDAKSI8.COM, BANJAR – Kebakaran hebat menggegerkan warga di Jalan Ahmad Yani Km 64 RT 4, Desa Simpang 3, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Kobaran api yang muncul pada malam hari dengan cepat membesar hingga melalap sebuah warung makan beserta seluruh isinya.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Sejumlah warga berupaya membantu memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, M. Kasyaf R, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel teknis dari Sektor Mataraman begitu menerima laporan kejadian.
“Petugas teknis Sektor Mataraman dikerahkan menggunakan satu unit fire truck menuju lokasi kejadian. Penanganan dilakukan bersama BPK dan relawan hingga api berhasil dipadamkan,” ujar Kasyaf.
Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pendataan terhadap pemilik warung yang diketahui bernama Anjas Reza. Dari hasil pendataan, seluruh bangunan warung makan beserta berbagai barang berharga di dalamnya tidak dapat diselamatkan.
Selain bangunan usaha, kebakaran juga menghanguskan dua unit sepeda motor, satu unit telepon genggam, satu unit kulkas, serta sebuah kipas angin. Seluruh peralatan tersebut ludes terbakar sehingga korban diperkirakan mengalami kerugian yang cukup besar.
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan parah pada warung makan dan seluruh aset di dalamnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab munculnya api serta menghitung total kerugian yang dialami korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari, dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya musibah serupa.



