REDAKSI8.COM – Semenjak diberlakukan Status Tanggap Darurat (non bencana alam) Covid-19 atau dari tanggal (25/4/2020) kegiatan aktifitas keagamaan masjid Agung Al Karomah Martapura ditiadakan, maka pada hari Jumat (05/06/2020) dibuka kembali untuk pelaksanaan ibadah sholat Jumat.
Masyarakat kota Martapura dan sekitar yang sudah lama menantikan kesempatan ini sangat antusias padati masjid hingga meluber kebagian pelataran masjid, nampak semuanya menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan sebelumnya. Nampak juga dipintu gerbang masjid Petugas gabungan dari Polisi Pamong Praja, Polres Banjar dan dari TNI memberikan imbauan dan pengarahan kepada jemaah yangd atang dan memberikan masker kepada jamaah yang tidak memakai masker.
Sebelum sholat Jumat dimulai Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar dr Diaudin dihadapan jemaah mengatakan, hari ini dilaksanakan sholat jumat dengan khatib langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar H.Kahlilurrahman. Untuk pelaksanaan sholat jumat ini pihaknya menganjurkan jemaah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan, seperti mewajibkan jemaah memakai masker, menjaga jarak, membawa sajadah masing-masing, serta membawa tempat sandal dan dibawa kedalam masjid. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya penumpukan jemaah diteras mesjid, baik ketika datang ataupun sewaktu mau pulang. Selain itu pihaknya juga menganjurkan jemaah untuk tidak membawa anak-anak serta jemaah yang sedang sakit.
Pelaksanaan sholat jumat ditengah pandemi Covid-19 ini sendiri dikatakan oleh Diaudin bukan saja di Mesjid Al Qaromah akan tetapi juga diselenggarakan oleh mesjid-mesjid lainnya yang sudah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi protokol kesehatan.
“mesjid yang lainnya juga melaksanakan terutama yang sudah menyatakan kesiapannya untuk penerapan protokol kesehatan, ini kita lakukan guna menghindari penumpukan jemaah jika dilaksanakan disatu mesjid saja. “ ujarnya.
Sementara itu Wakil Ketua 6 GTPP Kabupaten Banjar HM. Hilman usai mengikuti sholat jumat dimesjid ini mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sholat jumat tersebut. Dikatakannya ada beberapa hal yang harus di evaluasi terutama jaga jarak antar jemaah yang kurang dijalankan, terutama jemaah yang berada diluar yang masih terlihat cukup berdempetan.
Menurutnya seharusnya ada petugas yang mengarahkan jemaah tersebut agar jaraknya sesuai dengan ketentuan, sehingga upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini bisa terlaksana dengan baik. Selain itu pengukuran suhu tubuh jemaah yang terlihat tidak dilakukan, padahal ini sangat penting sekali dilakukan, guna mengetahui suhu tubuh jemaah, jangan sampai ada jemaah yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat sebagai gejala Covid-19.
“Kalau untuk pemakaian masker dan tidak bersalaman jemaah kita cukup disiplin, hanya saja beberapa hal yang saya katakana tadi akan menjadi catatan kita untuk melakukan evaluasi kedepannya agar pelaksanaan sholat jumat semakin lebih baik kedepannya dan sesuai dengan protokol kesehatan.” tutupnya.



