REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Martapura Lilis Yuaningsih menanggapi keluhan warga pintu air terkait limbah yang keluar dari Lapas Perempuan Martapura. Walaupun hari libur, tetap melihat limbah yang keluar yang dikeluhkan oleh warga, Minggu (7/1/2024) sore.
Kepala Lapas Perempuan Martapura Lilis Yuaningsih saat ditemui di depan lapas berbincang bincang dengan warga pintu air Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar terkait dengan apa sih yang dikeluhkan oleh warga tersebut, dan bagaimana pihaknya akan mencarikan solusi sementara untuk mengatasi itu.


“Walau hari libur, kita tetap respon terhadap apa yang dikeluhkan oleh warga, dan kami berencana akan mengundang warga mungkin besok atau kapan warga bisa untuk duduk bersama dan bagaimana untuk mencari solusi terbaik untuk permasalahan ini,” pungkasnya
Lilis juga menjelaskan bahwa, terkait lapas itu bukan hanya tanggung jawab dari pihak lapas perempuan sendiri saja, tetapi meruapkan tanggung jawab bersama juga dari pemerintah daerah setempat.
Terkait limbah, Lilis mengatakan bahwa emang ada surat dari warga yang disampaikan di kelurahan, tetapi tujuan surat tersebut bukan untuk lapas perempuan, tetapi lapas anak. Tetapi saat kita mengetahui itu, dan kita lakukan respon cepat untuk melakukan pembersihan untuk sementara.

“Kami sudah ada menurunkan orang untuk solusi sementara dengan pembersihan saluran dan kita lihat. Saat ini pihaknya sudah melakukan pembuatan ipal untuk menampung limbah dari kamar mandi dan wc. Dari dulu belum ada ipal di lapas perempaun ini, dan ini udah beberapa bulan pengerjaan,” tuturnya.
Pembuatan ipal karena saat ini penghuni lapas perempuan jumlah 558 orang, dan seharunya hanya diisi oleh 210 orang. Dan 90 persen adalah warga Kalimantan Selatan yang tersandung kasus narkoba.

Lilis juga bejanhi dengan secapatnya akan mengatasi terkait dengan limbah yang dikeluhkan warga. Karena saat ini ipal masih dalam tahap pemgerjaan. Selama lapas ini berdiri, tidak ada ipal dan baru untuk tahun 2023 ini pembuatan ipal.
Ia juga memastikan bahwa pada haul di Sekumpul nantinya, limbah yang dikeluhkan warga sebisa mungkin tidak akan keluar dari sana lagi dan pihaknya akan mengelola limbah yang keluar tersebut ke ipal yang sudah dibikin didalam lapas.
“Ipal yang di bikin ini nantinya bisa menampung dan bertahan selama 10 tahun, ada dua lokasi ipal yang dibangun, dan ini agar limbah yang ada di salam lapas perempuan bisa terkelola dengan baik dan juga ada pembuangan aliran air hujan berupa drainasi,” tutupnya.



