REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kekecewaan warga memuncak, kabel-kabel semerawut yang dinilai membahayakan di kawasan Jembatan Sei Ulin, Kota Banjarbaru belum juga dibenahi meski sudah lama dikeluhkan.
Sebagai bentuk protes, warga pun memasang spanduk di tepi Jalan Ahmad Yani Kilometer (KM) 31,5 dengan tulisan bernada protes itu berbunyi “Tanggung jawab siapa? rakyat sudah lelah mengadu!!!” disertai ilustrasi bahaya tersetrum kabel.

Diketahui aksi tersebut dilakukan karena hingga kini tidak ada realisasi pembenahan kabel-kabel yang menjuntai rendah dan dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Salah satu warga terdampak, Gatot menyebutkan, kondisi kabel sangat berisiko karena posisinya terlalu rendah dan mudah tersentuh.
“Kalau kabel ini memang kita naik kendaraan saja, saking rendahnya, leher sangkut. Lalu kan ada yang agak tinggi, jadi saya ikat jadi satu, jadi agak mending lah, kita bisa lalu lalang,” ujarnya, Senin (22/12/25).
Menurutnya, warga sudah berulang kali menyampaikan aduan ke berbagai pihak, namun tidak ada tindak lanjut yang dirasakan di lapangan.
Sebab kondisi itu berdampak pada aktivitas warga lainnya.
“Kita juga kesana-kemari kok enggak ada pelaksanaan pembenahan gitu. Ini juga tetangga, sekarang untuk mengangkut material juga kesulitan dia karena mobil besar enggak bisa masuk,” ungkapnya.
Keluhan tersebut, katanya sudah disampaikan sejak beberapa bulan terakhir, terutama setelah perbaikan jembatan selesai dilakukan.
Namun karena tak kunjung direspons, warga memilih menyuarakan keresahan melalui spanduk agar mendapat perhatian lebih luas.
“Mudah-mudahan ini yang terakhirlah. Jadi kami sudah lelah banget kesana kemari, ternyata kan tanggapannya enggak ada juga,” tuturnya.
Selain persoalan kabel, warga di sekitar jembatan juga mengeluhkan sistem drainase yang dinilai tidak maksimal.
Dimana sejumlah rumah yang posisinya lebih rendah kerap menjadi tampungan air saat hujan deras.
“Airnya berbelok ke bawah kolong rumah tetangga yang agak rendah itu, jadi air terkurung di kubangan rumah sampai sekarang,” jelasnya.
Kondisi tersebut semakin parah ketika hujan lebat mengguyur Banjarbaru dalam beberapa hari terakhir. Air bahkan masuk hingga ke area dapur rumah warga.
“Kemarin Alhamdulillah proyek siring PUPR Banjarbaru sudah oke nih, kami enggak ada masalah. Tapi ternyata terakhir ini kalau hujan lebat ya di dapur menggenang,” tutupnya.



