REDAKSI8.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Banjar melakukan kegiatan hari santri tahun 2021 yang di buka pada hari ini, Jumat (22/10/2021) bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zulacha Martapura.
Ketua Pelaksana Hari Santri PC NU Kabupaten Banjar Muhammad HR mengatakan bahwa kegiatan hari santri ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai hari ini sampai 22 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 24 Oktober 2021.

“Kegiatan ini diikuti oleh 21 pesantren dengan jumlah peserta 180 peserta se kabupaten Banjar dengan pelaksanaan kegiatan siang hari,” tuturnya
“Lomba yang dilaksanakan pada hari santri tahun ini karena masih dalam masa pandemi maka yang kita laksanakan adalah lomba festival Maulid, Musabaqoh Qiro’atil Kutub, Musabaqoh Tilawatil Quran, dan Pidato Bahasa Arab,” tambahnya
Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur dalam pembukaan mengatakan bahwa Kita buka kembali sejarah, bahwa peringatan hari santri tidak terlepas, dari seorang pendiri ormas Islam terbesar di Tanah Air Nahdlatul Ulama yaitu KH. Hasyim Asy’ari.
Dicetuskannya resolusi jihad 22 Oktober oleh beliau, telah membakar semangat patriotisme dan nasionalisme, menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama berjuang melawan pasukan kolonial sampai titik darah penghabisan.
Sebuah perjuangan panjang sampai puncaknya pada 10 November 1945 yang kita kenal sebagai Hari Pahlawan. Atas Peran historis inilah, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.
Hari Santri Nasional memiliki arti, makna dan filosofi yang bukan hanya diperingati secara seremonial belaka, tetapi menjadi momentum untuk refleksi, guna berbenah dan terus meningkatkan kualitas santri demi kemajuan dan pembangunan bangsa.
Di Tahun 2021 ini tema yang ditetapkan oleh Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama pada Peringatan Hari Santri Nasional adalah “Bertumbuh, Berdaya, Berkarya”. Tema ini sebagai gambaran karakteristik dan nilai pesantren, pesantren terus bertumbuh dari sejak tahun-1400-an sampai saat ini, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Pesantren juga diharapkan dapat berdaya dan mandiri baik secara nilai (subkultur), tata kelola, dan ekonomi, serta memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga pesantren dan masyarakat sekitarnya bisa saling menguatkan.
Dalam Undang-Undang no 18 Tahun 2019, pesantren memiliki tempat yang strategis, sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pesantren diharapkan terus mencetak penerus ulama dan tokoh-tokoh dakwah yang mengikuti perkembangan zaman, di tengah arus digitalisasi, sebab dakwah secara digital mampu mencapai sasaran dan jangkauan lebih luas.
Mengingat kita masih berjuang bersama, melawan penyebaran Covid-19, ulun berharap para santri tetap semangat dan serius dalam belajar di tengah pandemi covid-19 ini, Karena pada dasarnya, masa pandemi bukanlah halangan untuk mematahkan semangat kita dalam belajar, namun hanya memberi batasan-batasan tertentu untuk menjaga kesehatan kita.
Tidak lupa ulun berpesan, mari tetap patuhi dan terapkan Protokol Kesehatan, dimanapun dan kapanpun. Karena diri kita, setiap individu dan masyarakat seluruhnya, adalah garda terdepan dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19. Tetap kenakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Hindari Kerumunan. Sehat selalu dan tetap semangat.
Pada kegiatan Hari Santri ini akan diisi dengan beberapa lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Qiraatul Kutub, Pidato Bahasa Arab, dan Festival Syair Maulid yang diikuti oleh santri dan santriwati pondok pesantren yang ada di Kabupaten Banjar.
selanjutnya Ulun mengucapkan terimakasih kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 ini. Semoga momentum ini dapat menjadi kebangkitan para santri dan pesantren, untuk berbakti dan ikhlas mengabdi.
Mari bersama-sama kita saling bersinergi dalam membangun Kabupaten Banjar yang MANIS- Maju, Mandiri dan Agamis.


