REDAKSI8.COM, KALSEL – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan metode dry ice atau es kering mulai diterapkan untuk membantu mengatasi kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Palangka Raya.

Metode tersebut ditujukan untuk membantu memecah lapisan inversi yang menyebabkan asap terperangkap di dekat permukaan.

Koordinator Lapangan (Korlab) OMC Kalimantan Selatan, Fikri Nur Muhammad mengatakan, penggunaan dry ice menjadi salah satu metode baru yang diterapkan dalam pelaksanaan OMC di Indonesia pada tahun ini.

“Ini adalah terobosan baru dari Operasi Modifikasi Cuaca yang ada di Indonesia. Kita pertama kali menggunakan dry ice ini di tahun ini. Yang pertama kita sudah melakukan ke Sumatra Selatan, dan saat ini kita melakukan di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Rabu (21/10/26).

Ia menjelaskan, penyemaian dry ice dilakukan pada ketinggian sekitar 7.000–8.000 kaki, yakni pada lapisan atmosfer yang menjadi sasaran operasi.

“Tujuan dari OMC dry ice ini untuk membongkar inversi, karena asap di Kalimantan Tengah, Palangka Raya itu sangat pekat. Kita bongkar agar asap itu naik ke atas,” katanya.

Ia mengungkapkan, tim telah melaksanakan lima sortie penerbangan untuk penyemaian dry ice di Kalteng pada hari sebelumnya, dengan fokus utama di Kota Palangka Raya.

Fikri menyampaikan adanya perubahan angka hasil pemantauan setelah pelaksanaan penyemaian dilakukan.

“Angka yang dipantau turun dari 1.920 menjadi 800, atau sekitar 58 persen,” tuturnya.

Meski demikian, angka tersebut perlu dilengkapi dengan informasi mengenai parameter yang diukur agar dampak pelaksanaan OMC dapat dijelaskan secara akurat.

Pelaksanaan OMC selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan cuaca serta ketersediaan bahan semai.

“Metode dry ice diharapkan dapat membantu mengatasi lapisan inversi, sementara penyemaian garam dapat dilakukan ketika kondisi awan mendukung,” tuntasnya.