REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, yang kini berhasil mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar ikan air tawar.
Kelompok UMKM Panila Manis menjadi salah satu binaan yang mendapat pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar. Tidak hanya memperoleh pelatihan, kelompok ini juga menerima bantuan peralatan produksi hingga fasilitasi pengurusan legalitas usaha agar mampu berkembang menjadi usaha yang berdaya saing.


Ketua Kelompok UMKM Panila Manis, Syarifah Jamilah, mengatakan kelompoknya telah resmi dibentuk di Desa Karang Intan sebagai wadah masyarakat dalam mengolah hasil budidaya ikan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Alhamdulillah kami sudah membentuk UMKM Panila Manis. Kami mendapat pelatihan bagaimana mengolah ikan papuyu menjadi produk olahan. Kebetulan Desa Karang Intan saat ini merupakan salah satu sentra budidaya ikan papuyu, sehingga potensi ini kami manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok UMKM Panila Manis telah mengikuti berbagai pelatihan pengolahan hasil perikanan. Produk yang telah berhasil dibuat di antaranya samu papuyu, nugget ikan nila, dan nugget ikan patin. Dalam waktu dekat mereka juga akan mengikuti pelatihan pembuatan papuyu presto agar variasi produk semakin banyak.
Selain pelatihan, kelompok ini juga menerima bantuan peralatan produksi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar. Bantuan tersebut berupa panci, perlengkapan memasak, dan berbagai alat penunjang lainnya yang sangat membantu proses produksi.
“Alhamdulillah bantuan peralatan ini sangat bermanfaat sehingga usaha kami dapat berjalan dengan baik. Kami juga difasilitasi dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga usaha kami nantinya memiliki legalitas yang lengkap dan lebih mudah berkembang,” kata Syarifah.
Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok usaha yang dipimpinnya. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk olahan berbahan dasar ikan.
Syarifah berharap keberadaan UMKM Panila Manis dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Karang Intan, khususnya para pembudidaya ikan papuyu yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil panen.
Ia menjelaskan, dipilihnya produk samu papuyu bukan tanpa alasan. Desa Karang Intan telah ditetapkan sebagai Kampung Papuyu, sehingga pasokan bahan baku relatif melimpah. Ikan papuyu yang tidak memenuhi ukuran pasar atau memiliki nilai jual lebih rendah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Kalau wadi papuyu sudah cukup dikenal masyarakat, tetapi samu papuyu masih sangat jarang ditemukan. Karena itu kami mencoba membuat inovasi baru agar memiliki ciri khas tersendiri dan memberikan nilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.
Saat ini, produk samu papuyu dipasarkan dengan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kemasan mika. Setiap kemasan berisi tiga ekor ikan dengan berat sekitar 250 gram, sehingga dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar menjelaskan bahwa pengembangan UMKM pengolahan ikan merupakan bagian dari program pembangunan Kampung Papuyu di Kabupaten Banjar.
Ia menerangkan bahwa hasil budidaya ikan papuyu dibedakan dalam tiga kategori atau grade, yaitu Grade A, Grade B, dan Grade C. Ikan Grade C umumnya memiliki harga sekitar Rp30 ribu per kilogram, sehingga nilai jualnya relatif rendah apabila hanya dijual dalam bentuk segar.
Melalui inovasi pengolahan menjadi samu papuyu maupun produk olahan lainnya, harga jual ikan dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, pembudidaya memperoleh keuntungan yang lebih besar sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat rendahnya harga ikan ukuran kecil.
Program tersebut juga merupakan bagian dari strategi hilirisasi sektor perikanan, yaitu mengolah hasil budidaya menjadi produk siap konsumsi yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasaran.
Ke depan, pengembangan Kampung Papuyu akan dilakukan secara terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir, mencakup budidaya ikan air tawar, pengolahan hasil, pemasaran produk, hingga penguatan kelembagaan UMKM.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sektor perikanan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan di daerah.



