REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Tragedi kebakaran Gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang terjadi pada 28 Juli lalu menyisakan duka mendalam.
Namun, alih-alih terjebak dalam kepanikan, sivitas akademika ULM memilih bersatu dan bangkit.

Sebagai langkah serius menanggapi insiden tersebut, hari ini (1/8), tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dari Surabaya turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Mereka didampingi oleh tim Inafis Polda Kalimantan Selatan dan mendapat dukungan penuh dari Polresta Banjarmasin.
Olah TKP turut disaksikan oleh jajaran pimpinan ULM, termasuk Wakil Rektor I Dr. Iwan Aflanie, Kepala Biro Keuangan dan Umum Ahmad Iskandar, serta tim keamanan dan kebersihan kampus.
“Ini musibah yang tidak kita harapkan, tapi kami menghadapi dengan profesional. ULM terbuka sepenuhnya terhadap proses pemeriksaan,” ujar Dr. Iwan Aflanie.
Tak hanya memeriksa lokasi, tim gabungan meminta keterangan dari petugas keamanan dan kebersihan yang berada di kampus saat kejadian berlangsung.
Pihak universitas menegaskan komitmen untuk bersikap transparan dalam proses investigasi.
Menurut Dr. Iwan, keterbukaan tersebut penting supaya masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi.
“Kami ingin ini menjadi pelajaran sekaligus penegasan bahwa ULM tidak menutup-nutupi. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan nanti bisa menjawab berbagai rumor yang berkembang,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.
Namun, langkah cepat dan kolaboratif ini menjadi sinyal bahwa ULM ingin menyelesaikan peristiwa ini dengan kepala tegak dan penuh tanggung jawab.



