REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Kalimantan Selatan, terkhusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Dalam upaya memastikan tidak ada anak daerah yang putus sekolah di tingkat perguruan tinggi, ULM secara intensif menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) di Kalsel untuk menyediakan skema pembiayaan pendidikan yang inklusif.


Wakil Rektor (WR) Bidang Umum dan Keuangan ULM, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., saat ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan, kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota menjadi kunci utama dalam mengatasi hambatan biaya Pendidikan bagi mahasiswa yang kurang mampu.
Dampaknya, ULM bisa menerapkan proses pembelajaran tanpa ada Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
“Pak Rektor punya kebijakan, beliau ingin anak-anak cemerlang (mahasiswa) dari keluarga-keluarga tidak mampu tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan tinggi,” ujar WR Arief Rahmad kepada rekan-rekan media.
JIka ditelisik melalui formulasi UKT satu hingga delapan, yang menggunakan UKT satu kata WR Arief cukup banyak di ULM, persemesternya cuma Rp500 ribu.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal kalau dilihat dari biaya oprasional Pendidikan itu ada standar nasionalnya, tiap program studi berbeda-beda, ada yang Rp 20 juta persemester, kalau kedokteran mungkin lebih tinggi, bagaimana mengatasi kekurangannya? ULM mensiasatinya dengan menjalin hubungan kerjasama ke sejumlah pemerintah daerah di Kalsel yang punya program untuk anak-anak daerah,” jelasnya.
“Dari situ kita mendapatkan banyaknya beasiswa seperti beasiswa KIP dan beasiswa dari stakeholder yang lain,” sambungnya.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sambung WR Arief, meminta ULM untuk tetap menguatkan program tersebut supaya bisa menjadi role model nasional.
“Tidak semua perguruan tinggi mampu bertahan tanpa IPI. Karena berat memang untuk meningkatkan sarana dan prasarana dengan anggaran UKT yang kecil,” ungkapnya.
“Alhamdulillah sampai saat ini dukungan pemerintah daerah di Kalsel begitu maksimal,” lanjutnya.
Dengan adanya dukungan dari Pemda, ULM dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas akademik dan fasilitas penunjang, sementara beban biaya kuliah dapat diringankan melalui alokasi dana pendidikan dari masing-masing wilayah.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Para mahasiswa yang dibiayai oleh Pemda nantinya diharapkan dapat kembali ke daerah asal mereka untuk berkontribusi membangun memajukan kampung halaman dengan ilmu yang telah didapatkan di kampus tertua di Kalimantan ini.



