REDAKSI8.COM, BANJAR – Atmosfer politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan kian menghangat. Proses penjaringan calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kini memasuki fase krusial yang akan menentukan arah kepemimpinan partai di tingkat kabupaten/kota. Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap II dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, menjadi “panggung ujian sesungguhnya” bagi para kandidat.
Pada tahap ini, para calon tidak hanya dituntut tampil meyakinkan di atas kertas, tetapi juga harus mampu membuktikan kapasitas kepemimpinan mereka secara langsung di hadapan jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup rekam jejak organisasi, keteguhan terhadap ideologi partai, loyalitas, hingga kecakapan merumuskan strategi politik yang relevan dengan dinamika daerah.
Lima tokoh nasional dari DPP PKB dipastikan hadir sebagai penguji, menghadirkan bobot tersendiri dalam proses seleksi ini. Mereka adalah Anggia Ermarini, Marwan Dasopang, Ahmad Fauzi, Yanuar Prihatin, serta Arif Ruba’i. Kehadiran para penguji ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa DPP PKB serius memastikan lahirnya pemimpin daerah yang benar-benar berkualitas.

Tak sekadar proses administratif, UKK tahap II diposisikan sebagai filter utama untuk menyaring figur terbaik. DPW PKB Kalimantan Selatan pun terus menggenjot persiapan, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi lintas tingkatan partai. Seluruh peserta dari berbagai kabupaten/kota dipastikan siap mengikuti tahapan ini secara maksimal.
Harapannya, dari proses seleksi yang ketat ini akan lahir kepemimpinan DPC yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga progresif dalam merespons tantangan politik ke depan. Penguatan struktur partai hingga ke akar rumput menjadi target utama, seiring meningkatnya tuntutan peran partai di tengah masyarakat.
Di Kabupaten Banjar, dinamika seleksi tak kalah menarik. Dari sejumlah nama yang sempat mencuat, kini mengerucut menjadi empat kandidat yang siap bertarung di tahap akhir, yakni M. Zaini, Hamdiani, Siti Asiah, dan H. Ahmad Faisal, S.Hut. Keempatnya dinilai memiliki peluang yang sama, tergantung bagaimana mereka mampu meyakinkan tim penguji dalam UKK tahap II.
Dengan hitungan waktu yang semakin dekat, perhatian publik, khususnya kader dan simpatisan PKB, kini tertuju pada hasil akhir proses ini. UKK tahap II diyakini akan menjadi titik balik, sekaligus penentu lahirnya pemimpin baru PKB di tingkat daerah: figur yang diharapkan mampu membawa partai semakin kokoh, adaptif, dan tetap relevan di tengah arus perubahan politik yang terus bergerak cepat.



