REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) www.radenintan.ac.id dalam membangun kampus berkelanjutan kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Mitigasi Perubahan Iklim melalui Penguatan Tata Ruang dan Infrastruktur Kampus yang Adaptif terhadap Risiko Banjir”, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati World Environment Day (WED) 2026 ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran sekaligus merumuskan langkah nyata menghadapi ancaman perubahan iklim.
Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berlangsung secara hybrid dari Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN RIL serta melalui Zoom Meeting. Sekitar 120 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan Duta Lingkungan UIN RIL mengikuti kegiatan tersebut.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar mengikuti momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin dirasakan, khususnya di Provinsi Lampung yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menghasilkan lulusan berkualitas. Kampus juga harus menjadi pelopor dalam menciptakan tata ruang dan infrastruktur yang tangguh, ramah lingkungan, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
“Infrastruktur yang adaptif adalah investasi paling bijak yang bisa kita lakukan hari ini untuk generasi yang akan datang. Saya membuka seluas-luasnya pintu kolaborasi antara UIN Raden Intan Lampung dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga riset, dunia usaha, dan komunitas masyarakat sipil dalam mewujudkan kampus yang hidup dalam harmoni dengan alam,” ujar Rektor saat membuka webinar.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan webinar sehari sebelum peringatan resmi Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni, menjadi bagian dari kontribusi UIN RIL terhadap tema global World Environment Day 2026, “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future.”
Sebagai perguruan tinggi Islam yang mengusung nilai rahmatan lil ‘alamin, UIN RIL, kata Rektor, memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademik untuk menjawab tantangan krisis iklim melalui kebijakan kampus, pengembangan kurikulum, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Krisis iklim bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga internasional. Ini adalah tanggung jawab kita bersama yang dimulai dari cara kita bersikap terhadap lingkungan di sekitar kita, dari ruang kuliah hingga sudut-sudut kampus yang kita tempati setiap hari. Jadikan ilmu yang diperoleh hari ini sebagai bekal untuk menjadi agen perubahan nyata,” pesannya kepada seluruh peserta.
Sementara itu, Sekretaris LPM UIN RIL, Dr. Ahmad Fauzan, S.Ag., M.Pd., mewakili Ketua LPM, menyampaikan bahwa webinar ini dirancang untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya mitigasi perubahan iklim melalui penguatan tata ruang, pengelolaan lingkungan, sistem drainase berkelanjutan, penyediaan ruang terbuka hijau, hingga pembangunan infrastruktur yang responsif terhadap potensi banjir.
Ia berharap forum ilmiah tersebut mampu melahirkan berbagai rekomendasi dan langkah konkret menuju kampus yang lebih adaptif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dua narasumber nasional dihadirkan dalam webinar tersebut, yakni Chairperson UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., serta dosen dan peneliti Universitas Indonesia, Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP., IPU.
Dalam paparannya, Dr. Vishnu Juwono menyoroti meningkatnya ancaman perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan, termasuk lingkungan kampus.
Menurutnya, pembangunan masa kini harus berorientasi pada ketangguhan (resilience) dan keberlanjutan (sustainability), sehingga tata ruang tidak lagi dipandang hanya sebagai instrumen pembangunan fisik, tetapi juga sebagai strategi mitigasi risiko bencana.
“Kesalahan tata ruang hari ini dapat menjadi bencana besar di masa depan. Ketika daerah resapan air terus berkurang, ruang terbuka hijau semakin sempit, dan pembangunan infrastruktur tidak mempertimbangkan risiko iklim, maka kota dan kampus menjadi semakin rentan terhadap banjir dan krisis lingkungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kampus masa depan harus menjadi living laboratory bagi praktik-praktik keberlanjutan melalui pengelolaan air yang berkelanjutan, efisiensi energi, pengembangan ruang terbuka hijau, hingga pembentukan budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda.
Vishnu juga menjelaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan gerakan UI GreenMetric yang sejak diluncurkan Universitas Indonesia pada 2010 kini telah melibatkan lebih dari 1.700 perguruan tinggi di lebih dari 80 negara. Melalui pemeringkatan tersebut, universitas didorong tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam tata kelola lingkungan, energi, pengelolaan sampah, hingga digitalisasi dan tata kelola kampus.
Tema webinar, lanjutnya, juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi, SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
“Penguatan tata ruang kampus dan pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi sangat penting. Kampus yang resilien akan melahirkan masyarakat yang resilien,” pungkasnya.
Komitmen UIN Raden Intan Lampung terhadap pembangunan kampus hijau turut dibuktikan melalui capaian membanggakan pada pemeringkatan UI GreenMetric. Saat ini UIN RIL menempati peringkat ke-10 nasional, peringkat ke-59 dunia, serta menjadi perguruan tinggi hijau berkelanjutan terbaik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi UIN RIL dalam mengembangkan tata ruang kampus, memperkuat pengelolaan lingkungan, dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar capaian pemeringkatan, langkah ini menjadi bukti bahwa UIN Raden Intan Lampung terus menempatkan isu lingkungan sebagai bagian integral dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi demi menghadirkan kampus yang tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.



