REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung internasional. Berkat komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan implementasi nilai-nilai ekoteologi, UIN RIL berhasil mencatat lonjakan peringkat pada Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026.
Berdasarkan hasil pemeringkatan yang diumumkan pada Rabu (24/6/2026), UIN Raden Intan Lampung menembus kelompok peringkat dunia 801–1000, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di rentang 1001–1500 dunia. Di tingkat nasional, UIN RIL menempati peringkat ke-37 dan menjadi PTKIN terbaik kedua di Indonesia, berada tepat di bawah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa transformasi UIN RIL menuju kampus berkelas dunia tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya keberlanjutan yang terintegrasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kampus.
“Alhamdulillah, capaian ini bukan sekadar peningkatan peringkat, tetapi menjadi pengakuan dunia atas komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Rektor menegaskan, penghargaan internasional tersebut semakin memperkuat posisi UIN RIL sebagai kampus hijau yang konsisten mengarusutamakan isu lingkungan. Sebelumnya, UIN RIL juga mencatat prestasi sebagai PTKIN peringkat pertama pada UI GreenMetric, masuk 10 besar perguruan tinggi nasional, serta berada di peringkat ke-59 dunia. Sementara dalam pemeringkatan UniRank, UIN RIL menempati posisi keenam nasional untuk klaster PTKIN.
Meski demikian, Prof. Wan Jamaluddin mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah garis akhir. Sebaliknya, prestasi itu menjadi pemicu untuk terus memperkuat berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan.
Ia menekankan bahwa penguatan budaya ramah lingkungan sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya program Ekoteologi, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan ajaran agama. Karena itu, nilai-nilai ekoteologi harus terus hidup dalam aktivitas akademik maupun tata kelola kampus,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator UI GreenMetric dan THE UIN RIL, Suci Wulan Pawhestri, M.Si., mengatakan peningkatan peringkat global tahun ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan dan inovasi kampus dalam mendukung SDGs mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Pada THE Sustainability Impact Ratings 2026, UIN RIL mengajukan lima indikator SDGs, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
“Alhamdulillah, peringkat global UIN Raden Intan Lampung meningkat. Ini menunjukkan bahwa program-program keberlanjutan yang kami jalankan berjalan secara konsisten dan memperoleh pengakuan internasional,” katanya.
Sebagai informasi, Times Higher Education Sustainability Impact Ratings merupakan pemeringkatan global yang secara khusus mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs. Penilaian dilakukan melalui empat aspek utama, yaitu penelitian (research), tata kelola (stewardship), pengabdian kepada masyarakat (outreach), dan pendidikan (teaching).
Capaian ini semakin menegaskan komitmen UIN Raden Intan Lampung untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kampus yang berkontribusi aktif dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan melalui pendidikan, inovasi, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai ekoteologi.



