REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Momentum arus mudik Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung www.radenintan.ac.id untuk menghadirkan layanan kemanusiaan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Masjid Raya Airan, kampus ini resmi mendirikan Posko Masjid Ramah Pemudik yang difungsikan sebagai rest area sekaligus pusat layanan terpadu bagi para pelintas jalur mudik.
Peresmian posko tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Wan Jamaluddin bersama jajaran pimpinan, Rabu (18/03/2026), sebagai bentuk nyata kepedulian institusi pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat di masa mobilitas tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kehadiran posko ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari gerakan nasional yang terus berkembang. Ia mengungkapkan, inisiatif pelayanan bagi pemudik sebelumnya telah digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jaringan kantor hingga tingkat kecamatan.
“Tahun ini cakupannya diperluas, tidak hanya melibatkan perguruan tinggi keagamaan Islam seperti UIN, IAIN, dan STAIN, tetapi juga seluruh perguruan tinggi keagamaan lintas agama. Bahkan madrasah dan pondok pesantren turut ambil bagian,” ujarnya.
Menurutnya, arus mudik merupakan fenomena nasional yang melibatkan jutaan masyarakat, sehingga tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, Kementerian Agama mengambil peran strategis untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan pemudik melalui pendekatan pelayanan berbasis keagamaan dan sosial.
“Ini adalah hajat bangsa. Semua elemen harus berkontribusi sesuai kapasitasnya. Kami berharap kehadiran posko ini benar-benar memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” tambahnya.

Ketua Masjid Raya Airan, Asrian Hendi Cahya, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejak awal masjid ini memang dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik, terutama saat momentum mudik.
“Masjid ini kami arahkan menjadi rest area yang nyaman bagi pemudik. Alhamdulillah, berbagai fasilitas pendukung sudah kami siapkan,” ujarnya.
Ia juga mengingat kembali momen kunjungan Joko Widodo ke Masjid Raya Airan, yang semakin menguatkan peran strategis masjid ini sebagai pusat aktivitas masyarakat. Ke depan, ia berharap UIN RIL terus hadir secara kelembagaan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN RIL, Ali Abdul Wakhid, melaporkan bahwa Posko Masjid Ramah Pemudik akan beroperasi selama 10 hari, mulai 18 hingga 27 Maret 2026. Pemilihan Masjid Raya Airan dinilai strategis karena berada di jalur yang dilalui banyak pemudik.
Ia menekankan bahwa fungsi masjid kini semakin berkembang, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial dan kemanusiaan.
“Melalui posko ini, kami menghadirkan berbagai layanan, mulai dari kesehatan, keagamaan, hingga kebutuhan dasar pemudik,” jelasnya.
Adapun fasilitas yang tersedia di posko ini cukup lengkap, meliputi toilet bersih, tempat wudu dan mandi, ruang istirahat, takjil gratis, makanan siap saji, layanan kesehatan dari Klinik Pratama UIN RIL, hingga fasilitas pengisian daya telepon genggam. Selain itu, tersedia pula pusat informasi, termasuk layanan Penerimaan Mahasiswa Baru bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat UIN RIL.
Rangkaian kegiatan peresmian turut diisi dengan penyerahan bantuan karpet masjid secara simbolis oleh Rektor, pembagian takjil kepada jamaah, serta peninjauan langsung ke area posko untuk memastikan kesiapan layanan.
Dengan hadirnya Posko Masjid Ramah Pemudik ini, UIN Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam momentum penting seperti arus mudik Ramadan.



