REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News- Komitmen memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan berbasis digital terus dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) versi 3 yang dilaksanakan oleh Bagian Umum dan Kepegawaian bersama para operator internal bidang, Selasa (12/5/2026), di Aula Rapat Lantai II Bapperida Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan diskusi aktif. Para peserta yang terdiri dari operator administrasi dan pengelola persuratan dari berbagai bidang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sosialisasi tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman aparatur terhadap sistem administrasi elektronik yang kini menjadi bagian utama dalam mendukung efektivitas kerja pemerintahan modern.
Pelaksanaan sosialisasi tidak hanya sekadar memperkenalkan tampilan baru aplikasi, namun juga menjadi sarana pembelajaran bersama terkait penguatan sistem persuratan digital, pengelolaan arsip elektronik, hingga keamanan data pemerintahan yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi informasi.
Admin SRIKANDI Bapperida Kabupaten Banjar, Rizky Irmita Novianti, memandu langsung jalannya sosialisasi dengan memberikan penjelasan rinci mengenai berbagai pembaruan dan pengembangan yang hadir pada aplikasi SRIKANDI versi 3. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa versi terbaru ini dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih mudah, cepat, dan efisien bagi seluruh operator.
Menurutnya, salah satu pembaruan paling mencolok terdapat pada tampilan antarmuka aplikasi yang kini lebih rapi dan modern. Menu-menu dalam aplikasi ditata lebih sederhana sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai fitur penting tanpa harus melalui tahapan yang rumit. Selain itu, navigasi yang lebih ringan dan sistematis membuat proses pengelolaan surat masuk, surat keluar, disposisi, hingga arsip digital dapat dilakukan secara lebih cepat dan terstruktur.
“Versi terbaru ini dirancang agar pengguna lebih mudah memahami alur kerja di dalam aplikasi. Kami ingin proses administrasi persuratan menjadi lebih praktis, tertib, dan efisien,” jelas Rizky saat memberikan pemaparan di hadapan peserta sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah fitur baru SRIKANDI per 2026 yang menjadi bagian penting dari transformasi digital administrasi pemerintahan. Salah satu fitur unggulan yang menarik perhatian peserta adalah hadirnya teknologi Klasifikasi Arsip Otomatis berbasis Artificial Intelligence (AI).
Fitur ini memungkinkan sistem membaca isi surat secara otomatis dan memberikan rekomendasi kode klasifikasi arsip sesuai jenis dokumen yang diinput pengguna. Kehadiran teknologi AI tersebut dinilai sangat membantu operator dalam mempercepat proses pengarsipan dokumen sekaligus meminimalisasi kesalahan klasifikasi yang selama ini masih sering terjadi dalam pengelolaan arsip manual.
Dengan adanya sistem klasifikasi otomatis, penataan arsip menjadi lebih tertib, mudah ditelusuri, dan mendukung efisiensi kerja pegawai dalam menemukan dokumen penting saat dibutuhkan. Inovasi ini juga menjadi langkah maju dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Selain fitur AI, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai fitur Registrasi Naskah Final (V3). Fitur tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pengguna dalam melakukan registrasi dokumen. Jika sebelumnya naskah harus dibuat langsung di dalam aplikasi, kini dokumen yang dibuat secara manual maupun melalui aplikasi lain tetap dapat diregistrasi dengan mudah ke dalam sistem SRIKANDI.
Melalui fitur terbaru ini, operator dapat menginput nomor surat secara mandiri sesuai kebutuhan administrasi masing-masing bidang. Pembaruan tersebut dinilai mampu mempercepat proses administrasi dan memberikan ruang kerja yang lebih fleksibel bagi pengguna tanpa mengurangi ketertiban tata kelola dokumen.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan fitur layanan, pengembangan SRIKANDI versi 3 juga menitikberatkan pada penguatan performa sistem dan keamanan data pemerintahan. Dalam sosialisasi dijelaskan bahwa peningkatan kapasitas server dilakukan guna memastikan aplikasi tetap stabil meskipun diakses secara bersamaan oleh banyak pengguna dari berbagai instansi.
Selain itu, penguatan sistem keamanan data juga menjadi perhatian serius dalam pengembangan aplikasi ini. Keamanan aplikasi diperkuat melalui dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sehingga data persuratan dan arsip digital pemerintah dapat terlindungi dari potensi gangguan maupun ancaman siber.
Peningkatan sistem keamanan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kerahasiaan dokumen pemerintahan sekaligus memastikan seluruh proses administrasi elektronik berjalan aman dan terpercaya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi tampak hidup dan interaktif. Para operator internal secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, kendala teknis, hingga masukan terkait penerapan aplikasi di masing-masing bidang kerja. Beragam persoalan yang sering ditemui dalam pengelolaan administrasi digital turut dibahas bersama untuk mencari solusi terbaik.
Beberapa peserta menanyakan terkait sinkronisasi data surat menyurat, mekanisme disposisi digital, pengarsipan lintas bidang, hingga penyesuaian alur kerja administrasi dengan sistem terbaru SRIKANDI versi 3. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi antaroperator dalam mendukung implementasi administrasi elektronik yang lebih optimal..
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran aparatur pemerintah terhadap pentingnya transformasi digital dalam mendukung pelayanan administrasi yang cepat, transparan, dan profesional. Para operator juga menyadari bahwa kemampuan mengelola sistem digital menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak maju.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bapperida Kabupaten Banjar berharap seluruh operator internal dapat semakin memahami penggunaan aplikasi SRIKANDI versi 3 serta mampu mengimplementasikannya secara maksimal dalam kegiatan administrasi sehari-hari.
Penerapan sistem administrasi berbasis elektronik diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan surat menyurat dan arsip pemerintahan, tetapi juga mendukung terciptanya budaya kerja yang lebih modern, tertib, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis Bapperida Kabupaten Banjar dalam memperkuat kualitas pelayanan administrasi pemerintahan menuju sistem birokrasi digital yang lebih profesional, aman, dan terintegrasi di masa mendatang.



