REDAKSI8.COM, BANJAR – Musibah kebakaran mengguncang warga Desa Belimbing Baru RT 02, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (4/3/2026). Tiga unit rumah dilaporkan hangus dilalap si jago merah, menyisakan puing dan duka bagi para korban yang terdampak.
Peristiwa yang terjadi di pagi hari itu sontak mengundang kepanikan warga sekitar. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan berbahan kayu, sehingga upaya penyelamatan barang-barang berharga pun terbatas.
Begitu menerima laporan dari aparat desa dan masyarakat, Camat Sungai Pinang, Marwata, langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tanpa menunggu lama, ia memastikan kondisi warga serta memantau langsung penanganan awal di lapangan.
Setibanya di lokasi, Marwata segera berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait untuk melakukan pendataan korban terdampak. Data awal dikumpulkan guna memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan mendesak warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran. Yang terpenting, keselamatan warga sudah kami pastikan dan tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Marwata di sela peninjauan.
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan akan bergerak cepat agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Kami langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi. Keselamatan dan kondisi warga menjadi prioritas utama. Pemerintah Kecamatan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan instansi terkait agar pendataan segera dilakukan dan bantuan dapat segera disalurkan,” tegasnya.
Selain memastikan respons cepat, Camat juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik, kompor, maupun faktor kelalaian lainnya.
Pemerintah Kecamatan Sungai Pinang bersama Pemerintah Desa Belimbing Baru kini terus melakukan pemantauan pascakebakaran. Upaya gotong royong warga pun mulai terlihat, dengan bantuan logistik dan dukungan moril mengalir kepada keluarga yang terdampak.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan utama masyarakat desa. Di tengah puing yang tersisa, semangat kebersamaan dan kepedulian diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para korban untuk bangkit kembali.



