REDAKSI8.COM, KALSEL – Tiga Kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni Tapin, Barito Kuala (Batola), dan Kabupaten Banjar, telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menggunakan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik api, terutama kebakaran bawah permukaan di lahan gambut.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan, penggunaan drone thermal membantu petugas mengidentifikasi titik panas yang tidak mudah terlihat dari permukaan.

“Drone thermal terus kita pakai, digunakan untuk melihat titik api di bawah tanah. Tentu saja itu adanya di lahan gambut yang saat ini masih terbakar, seperti Gubernur Sarkawi, Pematang, itu menggunakan teknologi drone thermal,” jelasnya. Kamis (15/10/26).

Hingga 15 Oktober 2026, luas lahan terdampak karhutla di Kalsel telah mencapai sekitar 27 ribu hektare. Tetapi, luas lahan yang masih memiliki api aktif berdasarkan pemantauan udara tercatat sekitar 41,7 hektare.

Sementara Kabupaten Banjar masih menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Namun BPBD Kalsel juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat upaya pemadaman.

Terkait status penanganan di tingkat provinsi, Ronny menyebut Kalsel saat ini masih berstatus siaga darurat hingga 31 Oktober 2026. Penentuan status berikutnya akan mempertimbangkan hasil kaji cepat dari daerah, terutama Kabupaten Banjar.

“Namun memang sementara kemungkinan besar akan dijadikan status tanggap darurat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bantuan peralatan dan perlengkapan untuk Kabupaten Kota telah disalurkan sejak awal penanganan karhutla dilakukan. Dukungan tetap diberikan meskipun jumlahnya terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anggaran masing-masing daerah.

Selain itu, bantuan Presiden yang disalurkan melalui mekanisme Kementerian Kehutanan diterima sejumlah daerah, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu. Sedangkan Kabupaten Banjar dan Barito Kuala tidak termasuk penerima bantuan.

“BPBD Kalsel terus memantau perkembangan kebakaran, mengoptimalkan teknologi deteksi, dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah yang masih terdampak,” tuntasnya.