REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menyiapkan produksi cairan surfaktan dan pembangunan embung mini untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut dan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, dukungan anggaran dari Gubernur Kalsel, Muhidin telah direalisasikan untuk pengadaan peralatan produksi surfaktan.

Perangkat utama berupa mixer telah tiba, sedangkan bahan baku lainnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari.

“Hari ini peralatan untuk pembuatan surfaktan berupa mixer sudah datang tadi pagi. Untuk bahan baku surfaktan yang lain, tiga atau empat hari lagi baru akan tiba di sini,” terangnya. Kamis (15/10/26).

Setelah seluruh bahan tersedia, produksi akan dipercepat dan hasilnya didistribusikan ke Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan untuk mendukung penanganan karhutla di daerah.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Muhidin menyiapkan pemanfaatan surfaktan melalui embung-embung mini yang akan dibangun di sejumlah titik potensial.

Pemerintah provinsi juga dijadwalkan meninjau lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan embung tersebut.

Air dalam embung nantinya dicampur dengan surfaktan menggunakan alat berat hingga merata. Campuran itu kemudian disiapkan sebagai sumber air bagi armada water bombing untuk membantu mendinginkan lahan yang terbakar.

“Nanti water bombingbisa mengambil air dari sana dan disemprotkan, supaya ini lebih mendinginkan lahan. Karena surfaktan sudah terbukti mendinginkan api, apalagi di lahan gambut,” ujarnya.

Menurutnya, metode itu akan melengkapi teknik penyuntikan air ke dalam gambut atau suntik sumbut, yang selama ini menghadapi kendala akibat struktur gambut yang padat.

“Kombinasi penyemprotan dari udara dan pembasahan dari dalam tanah diharapkan membantu proses pendinginan lahan,” ucapnya.

Selain menyiapkan surfaktan dan embung mini, Pemprov Kalsel juga memaksimalkan pasokan air dari Waduk Riam Kanan serta memanfaatkan sistem pasang surut yang dipompa ke jaringan kanal buatan.

Sebab, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang operasi water bombing, terutama ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering.

“Melalui koordinasi tersebut, Pemprov dan Polda Kalsel berupaya memperkuat dukungan peralatan, bahan pemadam, serta pasokan air untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan,” tuntasnya.