REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat sektor pertanian sebagai upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Salah satu langkah konkret itu dilakukan melalui gerakan tanam hortikultura cabai dan bawang merah di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kamis (29/1/26).

Gerakan tanam menjadi bagian dari intervensi langsung Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga di pasar.
Dalam kegiatan tersebut juga melibatkan Wakil Bupati Banjar, jajaran Kecamatan dan Desa, kelompok tani Bina Tani, serta Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman menegaskan, cabai dan bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan berdampak langsung pada inflasi daerah.
“Ketika pasokan terganggu, dampaknya langsung terasa di pasar. Karena itu, menjaga kesinambungan tanam menjadi langkah paling rasional dalam pengendalian harga,” ujarnya.
Ia menyebut, gerakan tanam hortikultura sejalan dengan kebijakan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang menitikberatkan penguatan produksi pangan daerah sebagai fondasi stabilitas ekonomi regional.
Menurutnya, kondisi inflasi Kalsel saat ini yang masih berada dalam kategori terkendali, berkat konsistensi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjaga pasokan dan distribusi komoditas pangan utama, khususnya hortikultura.
Selain mendorong kegiatan budidaya, Pemprov Kalsel juga menyalurkan dukungan pengembangan hortikultura di Kabupaten Banjar.
Bantuan tersebut berupa pengembangan bawang merah 10 hektare, jahe 10 hektare, jeruk 20 hektare, durian 10 hektare, dan pisang 10 hektare, lengkap dengan sarana penunjang berupa kendaraan roda tiga.
Sebab, Syamsir menilai Kabupaten Banjar memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
“Selain Barito Kuala, Tapin, dan Tanah Laut, Kabupaten Banjar merupakan tulang punggung produksi pangan daerah,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, capaian Kalimantan Selatan yang berhasil menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan Nasional, menggeser Provinsi Bali yang sebelumnya berada di posisi teratas selama tiga tahun berturut-turut.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sistem pangan kita kuat, mulai dari sisi produksi, distribusi, hingga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” jelasnya.
Upaya penguatan ketahanan pangan daerah terus dipantau Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan didukung pengawasan lintas sektor bersama aparat kepolisian guna menjaga stabilitas harga di lapangan.
“Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan para pelaku pertanian, Kalimantan Selatan optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah,” tuntasnya.



