REDAKSI8.COM, BANJAR – Kasus meninggalnya seorang anak usia sekolah yang diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi keluarga, khususnya karena ketidakmampuan membayar biaya sekolah, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Peristiwa tragis tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan perlindungan anak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banjar, M Zaini, S.Pd.I, M.Pd, menyampaikan keprihatinannya sekaligus harapan agar kejadian serupa tidak terjadi di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar.
“Kita tentu sangat berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi di Kabupaten Banjar. Anak-anak seharusnya fokus belajar dan meraih masa depan, bukan justru terbebani persoalan ekonomi keluarga,” ujar Zaini.
Menurutnya, persoalan biaya pendidikan tidak boleh menjadi pemicu hilangnya semangat hidup seorang anak. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara, pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan psikologis peserta didik.
“Agar kejadian seperti ini tidak terulang, diperlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Banjar. Baik itu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Zaini yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Banjar yang juga ketua Fraksi PKB menilai, sering kali persoalan ekonomi yang dihadapi keluarga berdampak langsung pada kondisi mental anak, terlebih jika tidak ada ruang aman untuk menyampaikan keluhan. Oleh karena itu, ia mendorong agar sekolah tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga memperkuat pendekatan kemanusiaan dan pendampingan psikologis.
Sebagai bentuk kepedulian, Zaini menyampaikan bahwa DPC PKB Kabupaten Banjar membuka ruang pengaduan dan keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan persoalan pendidikan dan kesejahteraan anak. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan solusi agar permasalahan tidak berujung pada tragedi.
“Kami membuka diri untuk menerima keluhan masyarakat. Jika ada persoalan, terutama terkait pendidikan dan kondisi sosial, mari kita carikan solusi bersama sebelum terlambat,” tegasnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama bahwa masalah ekonomi tidak boleh menghilangkan hak anak atas rasa aman, pendidikan yang layak, serta harapan akan masa depan. Kepedulian kolektif dan sistem perlindungan yang kuat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.



